
Pada tanggal 5 – 9 Desember 2016, di Manila, Filipina, Kaprodi Biologi Anita Raharjeng, M.Si,BioMed.Sc. mengikuti Program Kolaborasi Pelatihan Internasional dalam Peningkatan Kapasitas Dosen Pendidikan Vokasi yang dilaksanakan oleh 4 organisasi internasional, yaitu Colombo Plan Staff College (CPSC), Manila, UNESCO-UNEVOC Pusat Pelatihan Internasional, Bonn, Jerman, UNESCO Bangkok dan EastUniversity, Manila.
Dalam kesempatan ini, Prof. Dr. Ramhari Lamichhane, Direktur CPSC Umum, dalam sambutannya menegaskan bahwa komitmen CPSC adalah untuk berkontribusi menuju pendidikan vokasi yang sejalan dengan kemajuan teknologi. Selain itu, Prof. Dr. Syamal Majumdar, Ketua UNESCO-UNEVOC, menjelaskan bahwa tantangan yang dihadapi oleh dunia saat ini adalah tentang peningkatan kualitas pendidikan vokasi dan UNESCO berkomitmen untuk penyediaan sumber daya yang berkualitas dengan menyatukan berbagai organisasi, berbagai ahli, dan berbagai ide untuk menjawab tantangan jaman tersebut. Hadir pula Bapak Brajesh Panth, Senior Spesialis Pendidikan dari Asian Development Bank (ADB), beliau menyampaikan bahwa lembaga pendidikan vokasi diharapkan dapat menjawab kebutuhan dunia mengenai tenaga kerja yang cocok dengan kebutuhan industri dan dunia kerja, selain itu beliau juga mengharapkan seluruh peserta dapat aktif mengikuti pelatihan dan berkontribusi dalam meningkatkan sistem pendidikan vokasi di instansi masing-masing.
Program ini berfokus pada pendidikan yang berfokus pada ICT dan Teknologi Pembelajaran Digital. Hal ini sejalan dengan komitmen UNESCO dan CPSC untuk memajukan pendidikan vokasi dunia dengan meningkatkan kualitas pendidikan melalui teknologi digital. Secara khusus, program ini bertujuan untuk terus memajukan potensi lembaga pelatihan atau univesitas dengan secara efektif merancang program pelatihan untuk guru/dosen pendidikan vokasi.
Pelatihan ini berisi tentang; 1. Teknologi yang Menginspirasi Pembelajaran 2. Peningkatan Kompetensi Dosen dalam Integrasi Teknologi dan Pedagogi 3. Penguatan Sistem Pendidikan Melalui Penggunaan ICT 4. Instruksi Penggunaan Teknologi ICT 5. Sumber Daya Pendidikan yang Terbuka: Pengalaman UNEVOC Pusat dari Madagascar 6. Pelatihan Guru Vokasi dengan Menggunakan Metode Pembelajaran Tercampur (Blended Learning), studi kasus di Nigeria, Afrika 7. Teknologi Pedagogi dan Pengetahuan Content dalam Pembelajaran Aktif (TPAC) 8. Pemahaman Pengetahuan 9. Strategi Pembelajaran Aktif 10. Memilih Sumber Daya ICT yang tepat.
Pelatihan ini diikuti oleh 25 peserta dari 20 negara di kawasan Asia Pasifik dan Afrika. Terdapat 14 negara anggota, yaitu Afghanistan, Bangladesh, Bhutan, Fiji, India, Malaysia, Maladewa, Mongolia, Myanmar, Nepal, Pakistan, Filipina, Sri Lanka dan Thailand. 4 perwakilan dari 4 negara non anggota, yaitu Kamboja, Indonesia, Iran dan Vietnam. Serta 2 ahli dari 2 negara Afrika, yaitu Madagaskar dan Nigeria juga diundang untuk berbagi pengalaman mereka dalam melakukan pendidikan vokasi di negara mereka masing-masing.