marhaban-ya-ramadhan-1445-h-design-template-ed75d51c1e256c1170efd6f83942f812_screen

UPAYA MENGGAPAI DERAJAT TAQWA DENGAN PUASA RAMADHAN

Oleh: H. Johan Muhammad Nasir

Tentu sebagai orang yang beriman sangat menginginkan puasa yang kita lakukan tahun ini dan tahun-tahun selanjutnya berdampak positif bagi peningkatan kualitas taqwa disisi Allah, sehingga melahirkan pribadi yang senantiasa menghiasi diri dengan akhlak terpuji guna meraih ridha dan ampunan-Nya. Ada lima upaya yang kita lakukan agar puasa yang kita tunaikan sebulan ini benar-benar mengantarkan kita menjadi hamba Allah yang bertaqwa dalam arti yang sebenarnya, yaitu:

 

Pertama, berpuasalah benar-benar berniat karena Allah.

Berniat karena Alah dalam melaksanakan ibadah puasa adalah upaya yang sangat menentukan untuk mencapai derajat taqwa yang tinggi. Jangan sampai tercampur dengan niat-niat yang lain, seperti ingin mendapatkan pujian, dagangan laris, supaya sakti dan lain sebagainya. Pastikan bahwa puasa yang kita lakukan dari hari pertama sampai hari terakhir benar-benar niat kita murni dilandasi karena Allah semata dan hendaknya kita jauhi niat-niat lain yang dapat merusak kualitas puasa, sehingga menyebabkan gagalnya mencapai derajat taqwa disisi-Nya.

Kedua, jagalah ucapan, pandangan dan pendengaran

Jika ingin derajat taqwa itu benar-benar dianugerahkan kepada kita, maka mari selama berpuasa senantiasa kita menjaga ucapan, pandangan dan pendengaran dari hal-hal yang dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya. Setiap kita berucap apa saja, ucapkanlah perkataan baik yang mengandung ilmu, nasehat dan motivasi untuk meningkatkan amal ibadah kita. Gunakan pandangan dan pendengaran pada hal-hal yang bermanfaat untuk menunjang sempurnanya pahala puasa yang kita lakukan. Sehingga derajat taqwa itu dapat dengan mudah diraih dan menjadi hadiah terindah yang Allah anegerahkan dalam hidup ini.

Ketiga, tetaplah semangat menjalani tugas harian

Kita hidup di dunia bukanlah untuk santai-santai dan membuang waktu dengan percuma. Banyak tugas dan kewajiban yang mesti ditunaikan, baik tugas kepada Allah (hablum minallah) atau tugas kepada sesama manusia (hablum minannas). Walaupun kita berpuasa, janganlah menjadikan suatu alasan yang menyebabkan kita bermalas-malasan melaksanakan berbagai tugas yang diamanahkan kepada kita. Lihatlah Rasulullah SAW dan para sahabat, mereka tetap menunjukkan semangat yang tinggi dalam melaksanakan berbagai tugas penting, bahkan perang badar yang sangat berat itu dilaksanakan dalam suasana berpuasa. Apabila semua tugas tersebut terlaksana dengan penuh semangat, maka peluang untuk meraih derajat taqwa terbuka lebar untuk kita.

Keempat, isilah waktu luang dengan tadarus dan zikir kepada Allah.

Jangan pernah membiarkan ada waktu luang berlalu begitu saja selama bulan Ramadhan ini. Isilah dengan banyak tadarus Al Quran, bahkan kita programkan bisa khatam Al Quran minimal satu kali. Kemudian setelah shalat fardhu atau shalat sunnah, berzikirlah sebanyak yang kita mampu dan rasakan betapa zikir yang kita baca itu menambah rasa iman dan kedekatan kita kepada Allah. Inilah sesungguhnya rahasia penting untuk dapat menggapai derajat taqwa yang menjadi idaman bagi kita orang yang beriman.

Kelima, banyaklah berbagi

Ternyata gemar berbagi dan bersedekah termasuk jalan mudah untuk mencapai level taqwa di sisi Allah. Berbagi disini tentu kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan sesuai dengan kadar kemampuan yang kita miliki. Lebih-lebih di bulan suci Ramadhan ini, benar-benar kita sisihkan sebagian rezeki untuk membantu meringankan beban hidup saudara-saudara kita yang serba kekurangan. Ketahuilah bahwa menjelang datangnya kematian yaitu ketika terjadinya proses sakaratul maut, banyak orang ingin agar Allah menunda kematiannya walau hanya sebentar saja agar dapat bersedekah. Karena ternyata betapa besar manfaatnya sedekah itu untuk menyelamatkan diri dari pedihnya siksa kubur dan beratnya siksa api neraka di akhirat nanti. Na’udzubillahi min dzalik. Allah menyatakan hal ini dalam salah satu firman-Nya; yang Artinya ; “Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: “Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?” (QS. Al Munafiqun 63:10). Semoga menjadi acuan untuk dapat meraih predikat taqwa sebagai tujuan akhir diwajibkan ibadah puasa kepada kita. Aamiin. (Wallahu a’lam bis assowab).

 

marhaban-ya-ramadhan-1445-h-design-template-ed75d51c1e256c1170efd6f83942f812_screen

KEBERKAHAN DAN KEPEDULIAN SOSIAL DALAM MASYARAKAT SELAMA BULAN RAMADHAN

Oleh: Muhammad Isnaini

Bulan Ramadhan memberikan kita kesempatan yang berharga untukmerefleksikan nilai-nilai keberkahan dan kepedulian sosial dalam masyarakat. Bulan Ramadhan bukan hanya sekadar waktu untuk menahan lapar dan haus, tetapi juga merupakan waktu yang penuh makna untuk memperdalamhubungan kita dengan Tuhan, merenungkan kesyukuran atas nikmat yang diberikan, serta membuka pintu bagi kebaikan dan keberkahan dalamkehidupan sehari-hari.

Bulan Ramadhan adalah momen yang dianggap penuh keberkahanbagi umat Muslim di seluruh dunia. Dalam bulan suci ini, kita diajak untukmeningkatkan ibadah, memperbaiki akhlak, dan menguatkan hubungandengan Allah SWT. Puasa di bulan Ramadhan bukan hanya menahan diri darimakan dan minum, tetapi juga dari segala bentuk perilaku buruk dan dosa. Dengan mempraktikkan puasa dengan penuh kesadaran, kita dapatmencapai kedekatan spiritual dengan Tuhan serta memperoleh berkah dan ampunan-Nya. Di samping aspek spiritual, bulan Ramadhan juga mengajarkan kita pentingnya kepedulian sosial terhadap sesama. Saat kitamerasakan rasa lapar dan haus selama berpuasa, kita juga lebih memahamipenderitaan orang-orang yang kurang beruntung di sekitar kita. Oleh karenaitu, bulan Ramadhan merupakan waktu yang tepat untuk menunjukkan empatidan kepedulian kepada yang membutuhkan. Mulai dari memberikan sedekah, berbagi makanan dengan orang-orang yang kurang mampu, hinggamenyumbangkan waktu dan tenaga untuk melakukan kegiatan sosial, setiapbentuk kepedulian yang kita lakukan akan menjadi ladang amal yang membawa keberkahan dalam hidup kita. Dengan demikian, bulan Ramadhan bukan hanya tentang ibadah pribadi, tetapi juga tentang memperkuathubungan sosial dan membangun komunitas yang lebih peduli. Melaluipenghayatan nilai-nilai keberkahan dan kepedulian sosial selama bulanRamadhan, kita dapat menjadikan dunia ini menjadi tempat yang lebih baikbagi semua orang.

Memberikan kepada yang membutuhkan, memperkuat hubungansosial, dan memperluas cakupan kepedulian sosial dalam masyarakat, terutama selama bulan Ramadhan, merupakan aspek yang sangat pentingdan memiliki dampak yang signifikan. Memberikan kepada yang membutuhkan, terutama selama bulan Ramadhan, tidak hanya merupakantindakan kebaikan, tetapi juga merupakan kewajiban agama dan moral bagiumat Muslim. Dalam Islam, sedekah dan zakat adalah bagian integral dariibadah dan dianggap sebagai cara untuk membersihkan harta sertamendekatkan diri kepada Allah SWT. Selama bulan Ramadhan, kebutuhanorang-orang yang kurang mampu menjadi lebih nyata karena pengalamanbersama dalam menahan lapar dan haus. Memberikan kepada mereka bukanhanya memenuhi kebutuhan materi, tetapi juga memberikan rasa harapan, martabat, dan penghargaan kepada penerima. Hal ini juga memperkuatsolidaritas dan persatuan dalam masyarakat, mengingatkan kita bahwa kitasemua saling bergantung satu sama lain.

Bulan Ramadhan adalah waktu yang sangat berharga untukmemperkuat hubungan sosial dalam masyarakat. Praktik berbuka puasabersama, menjalankan ibadah tarawih di masjid, dan berbagi makanandengan tetangga dan kerabat adalah beberapa contoh kegiatan yang memperkuat ikatan sosial. Selama bulan ini, orang-orang cenderung lebihterbuka dan ramah, menciptakan suasana yang penuh kasih sayang dan kebersamaan. Hal ini tidak hanya meningkatkan rasa kebersamaan dalamkeluarga dan komunitas, tetapi juga membantu mengurangi kesenjangansosial dan memperkuat jaringan dukungan di antara anggota masyarakat.

Bulan Ramadhan juga merupakan waktu yang tepat untuk memperluascakupan kepedulian sosial dalam masyarakat. Selain membantu yang kurangmampu secara langsung, kita juga dapat memperluas cakupan kepeduliansosial dengan terlibat dalam kegiatan amal, menggalang dana untukpenyediaan makanan bagi yang membutuhkan, atau menyumbangkan waktuuntuk menyediakan bantuan kepada yang terpinggirkan. Dengan demikian, tidak hanya membantu secara individu, tetapi juga ikut serta dalammembangun budaya kepedulian sosial yang lebih luas dalam masyarakat. Ini juga dapat menginspirasi orang lain untuk turut berpartisipasi dalam upayakebaikan, menjadikan Ramadhan sebagai momentum untuk menciptakanperubahan positif yang berkelanjutan dalam masyarakat.

Secara keseluruhan, memberikan kepada yang membutuhkan, memperkuat hubungan sosial, dan memperluas cakupan kepedulian sosialselama bulan Ramadhan bukan hanya tentang memenuhi tuntutan agama, tetapi juga tentang menciptakan masyarakat yang lebih adil, harmonis, dan berempati. Dengan mengintegrasikan nilai-nilai ini dalam praktek sehari-hari, kita dapat membangun fondasi yang kuat untuk kehidupan bermasyarakatyang lebih berarti dan berkelanjutan.

Pentingnya memberikan kepada yang membutuhkan, memperkuathubungan sosial, dan memperluas cakupan kepedulian sosial dalammasyarakat, terutama selama bulan Ramadhan, merupakan hal yang sangat signifikan. Tindakan-tindakan ini tidak hanya mencerminkan nilai-nilai agama, tetapi juga memiliki dampak yang luas pada kesejahteraan dan harmonisosial.

Kesimpulannya adalah Memberikan kepada yang membutuhkanadalah bagian integral dari ajaran agama, terutama dalam Islam. Selamabulan Ramadhan, tindakan ini menjadi lebih penting karena kesadaran yang ditingkatkan tentang penderitaan orang-orang yang kurang beruntung. Bulan Ramadhan memberikan kesempatan yang berharga untuk memperkuat ikatansosial dalam masyarakat melalui berbagai kegiatan bersama seperti berbukapuasa bersama dan menjalankan ibadah secara berkelompok. Hal inimenciptakan atmosfer yang penuh kasih sayang dan kebersamaan. Selain membantu secara langsung, pentingnya memperluas cakupan kepeduliansosial juga mencakup terlibat dalam kegiatan amal dan menggalangdukungan untuk menyediakan bantuan bagi yang membutuhkan. Dengandemikian, budaya kepedulian sosial dapat diperluas dan diperkuat dalammasyarakat.

Dengan menjalankan tindakan-tindakan ini secara konsisten selamabulan Ramadhan, kita dapat menciptakan dampak positif yang nyata dalammasyarakat, mempererat ikatan antarindividu, dan menciptakan lingkunganyang lebih berempati dan inklusif. Oleh karena itu, penting untuk terusmengedepankan nilai-nilai keberkahan, kepedulian sosial, dan hubunganyang harmonis dalam setiap aspek kehidupan kita, tidak hanya selama bulanRamadhan, tetapi juga sepanjang tahun. (Wallahu a’lam bis assowab).

 

marhaban-ya-ramadhan-1445-h-design-template-ed75d51c1e256c1170efd6f83942f812_screen

RAMADHAN WAKTU IDEAL UNTUK MEMPERDALAM HUBUNGAN SPIRITUAL DENGAN ALLAH SWT

Oleh: Muhammad Isnaini

Ramadhan, bulan penuh berkah dan keberkatan, telah lama menjadimomen yang dinanti-nantikan oleh umat Islam di seluruh dunia. Sebagaibulan yang diangkat sebagai salah satu dari rukun Islam, Ramadhan bukanhanya tentang menahan lapar dan haus di siang hari, tetapi lebih dari itu, iamerupakan kesempatan yang luar biasa untuk memperdalam hubunganspiritual dengan Allah SWT. Di tengah hiruk-pikuk kehidupan sehari-hari yang seringkali menyibukkan kita dengan urusan dunia, Ramadhan hadir sebagaiwaktu yang ideal untuk merefleksikan eksistensi kita dalam konteks spiritual. Ia mengundang kita untuk memperlambat langkah, menyudahi rutinitasharian, dan merenungkan makna kehidupan serta tujuan kita di dunia ini.

Selama bulan suci ini, umat Islam diberikan kesempatan untukmemfokuskan perhatian mereka sepenuhnya pada ibadah, introspeksi diri, dan memperdalam hubungan mereka dengan Sang Pencipta. Denganmenahan diri dari makan, minum, dan tindakan-tindakan yang dianggapmembatalkan puasa dari fajar hingga senja, umat Islam diingatkan akanpentingnya kesabaran, pengendalian diri, dan kepedulian terhadap sesama.Selain kewajiban menjalankan puasa, Ramadhan juga mempromosikan amalkebajikan, seperti memberi sedekah, menolong yang membutuhkan, dan meningkatkan kualitas ibadah secara keseluruhan. Dengan melakukan semuaini, umat Islam berusaha untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, menghapuskan dosa-dosa mereka, dan memperbaiki karakter serta akhlakmereka. Dengan demikian, Ramadhan bukanlah sekadar bulan puasa, tetapijuga waktu yang dimuliakan di mana setiap momen menjadi kesempatanemas untuk memperdalam ikatan spiritual dengan Tuhannya. Dalam kesibukan dan keseruan menjalani ibadah dan aktivitas sehari-hari, marilahkita sambut Ramadhan dengan hati yang lapang, semangat yang membara, dan tekad yang kuat untuk menjadikannya sebagai tonggak penting dalamperjalanan spiritual kita menuju keridhaan Allah SWT.

Ayat Al-Quran memberikan panduan yang jelas tentang pentingnyaRamadhan sebagai waktu yang ideal untuk memperdalam hubungan spiritual dengan Allah SWT. Dalam Al-Quran, Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah (2:183): “Ya orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamuberpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” Ayat ini menegaskan bahwa puasa Ramadhan tidak hanyasekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga merupakan cara untukmeningkatkan kesadaran spiritual dan ketakwaan kepada Allah SWT. Puasa mengajarkan kita tentang kesabaran, pengendalian diri, dan keteguhan dalammenghadapi godaan serta tantangan dalam hidup.

Dan Hadis Nabi Muhammad SAW juga memberikan penekanan yang kuat tentang pentingnya memanfaatkan Ramadhan sebagai waktu untukmendekatkan diri kepada Allah SWT. Salah satu hadis yang terkenal adalahyang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW bersabda:Apabila tiba bulan Ramadhan, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu nerakaditutup, dan setan-setan dibelenggu.” (HR. Bukhari dan Muslim) Hadis inimenunjukkan bahwa Ramadhan adalah waktu yang penuh dengan rahmatdan ampunan dari Allah SWT. Pintu-pintu surga terbuka lebar, sedangkanpintu-pintu neraka ditutup rapat, memberikan kesempatan bagi umat Islam untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memperbaiki hubunganspiritual mereka dengan-Nya.

Baik Al-Quran maupun hadis Nabi Muhammad SAW menegaskanbahwa Ramadhan adalah waktu yang ideal untuk memperdalam hubunganspiritual dengan Allah SWT. Melalui puasa, ibadah, dan amal kebajikan, umatIslam diajak untuk meningkatkan kesadaran mereka akan kehadiran Allah SWT dalam kehidupan sehari-hari, serta untuk memperbaiki hubunganmereka dengan-Nya dalam segala aspek kehidupan. Meraih hubunganspiritual yang ideal dengan Allah SWT selama bulan Ramadhan memerlukankombinasi dari beberapa praktik ibadah, perilaku positif, dan introspeksi diri.

Berikut adalah beberapa langkah yang dapat membantu dalammencapai tujuan tersebut, diantaranya adalah, Pertama, Taat dalamMenjalankan Ibadah: Melaksanakan semua kewajiban agama, termasukmenjalankan puasa dengan penuh kesungguhan, menjalankan shalat lima waktu, membaca Al-Quran, dan berzikir secara teratur. Kedua, Introspeksidan Muhasabah: Menggunakan waktu Ramadhan untuk merefleksikan diri, mengevaluasi perilaku dan kebiasaan yang perlu diperbaiki, sertamemperbaiki hubungan dengan Allah SWT dan sesama. Ketiga, Meningkatkan Kualitas Ibadah: Bukan hanya tentang kuantitas, tetapi juga kualitas ibadah yang dilakukan. Mencari kekhusyukan dalam ibadah, merenungkan makna ayat-ayat Al-Quran yang dibaca, dan memperdalampemahaman terhadap ajaran agama. Keempat, Menjauhi Dosa dan Meningkatkan Akhlak: Menghindari segala bentuk dosa dan tindakan yang tidak sesuai dengan ajaran Islam, serta berusaha untuk meningkatkan akhlakdan karakter yang lebih baik. Kelima, Mengamalkan Kebaikan: Memberikansedekah, menolong yang membutuhkan, berbuat baik kepada sesama, dan melakukan amal kebajikan lainnya sebagai bentuk pengabdian kepada Allah SWT dan sesama manusia. Keenam, Berdoa dan Memohon Ampunan: Membaca doa-doa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW, memohon ampunanatas dosa-dosa yang dilakukan, dan menghadirkan rasa kesadaran akankebesaran Allah SWT dalam setiap aktivitas. Ketujuh, Berhati-hati denganPerilaku dan Ucapan: Menjaga lidah dari perkataan yang buruk, mengontrolemosi dan nafsu, serta berusaha untuk menjadi pribadi yang lebih sabar, penyabar, dan penuh kasih sayang. Dan yang Kedelapan, MenjagaLingkungan Spiritual: Memastikan lingkungan sekitar tetap kondusif untukibadah, menjauhkan diri dari hal-hal yang dapat mengganggu konsentrasispiritual, dan bergaul dengan orang-orang yang dapat memotivasi untukberbuat kebaikan.

Menggabungkan semua langkah ini dalam praktik sehari-hari selamabulan Ramadhan, seseorang dapat meraih hubungan spiritual yang lebihdekat dengan Allah SWT. Selain itu, penting juga untuk terusmempertahankan semangat dan kebiasaan baik yang diperoleh selamaRamadhan hingga setelahnya, sehingga manfaat spiritual yang didapat dapatberkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari. Bulan Ramadhan adalah momenyang sangat istimewa dalam kehidupan umat Islam di mana mereka diajakuntuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan lebih intensif. Dalam rangka meraih hubungan spiritual yang ideal dengan Sang Pencipta, bulansuci ini menawarkan kesempatan yang luar biasa untuk melakukanintrospeksi diri, meningkatkan kualitas ibadah, dan memperbaiki akhlak sertaperilaku. Dengan menjalankan puasa dengan penuh kesadaran, melaksanakan ibadah dengan kualitas yang baik, dan mengamalkan nilai-nilaikebaikan seperti berbuat sedekah, tolong-menolong, dan menjauhi dosa, umat Islam dapat memperdalam hubungan mereka dengan Allah SWT. Selain itu, menjaga lingkungan spiritual, menjauhi hal-hal yang mengganggukonsentrasi spiritual, dan bergaul dengan orang-orang yang memotivasi untukkebaikan juga menjadi bagian penting dalam proses ini.

Melalui serangkaian tindakan dan sikap positif ini, umat Islam dapatmeraih hubungan spiritual yang lebih dekat dengan Allah SWT, sertamengalami pertumbuhan spiritual yang signifikan selama bulan Ramadhan. Penting untuk diingat bahwa manfaat spiritual yang didapat selamaRamadhan seharusnya tidak hanya berlangsung selama bulan tersebut, tetapijuga membawa dampak positif dalam kehidupan sehari-hari setelahnya. Dengan demikian, Ramadhan bukan hanya sekadar bulan puasa, tetapi juga kesempatan yang berharga untuk memperdalam ikatan spiritual dengan Allah SWT yang seharusnya dipelihara dan diperkaya setiap saat. (Wallahu a’lambis assowab).

 

a3

SOSIALISASI PRODUK BANK SUMSEL BABEL SYARIAH DI FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UIN RADEN FATAH

HUMAS FSTUINRF– (21/03/2024). Bank Sumsel Babel Syariah telah menggelar acara sosialisasi produk di Fakultas Sains dan Teknologi UIN Raden Fatah Palembang pada hari Rabu tanggal 20 Maret 2024, sebagai tindak lanjut Kerjasama UIN Raden Fatah dengan Bank Sumsel Babel Syariah. Acara yang dihadiri oleh Pimpinan, tenaga kependidikan dan dosen dari 3 (tiga) program studi, bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai produk-produk perbankan syariah yang ditawarkan oleh bank Sumsel Babel Syariah. Dalam acara tersebut, perwakilan dari Bank Sumsel Babel Syariah memberikan penjelasan yang komprehensif mengenai prinsip-prinsip dasar perbankan syariah serta ragam produk yang tersedia, mulai dari tabungan syariah, pembiayaan, investasi, hingga produk-produk digital yang sesuai dengan prinsip syariah. Peserta juga diberikan kesempatan untuk bertanya langsung terkait produk dan layanan yang ditawarkan, sehingga dapat memperoleh pemahaman yang lebih jelas dan mendalam.

Menurut pimpinan cabang pembantu Bank Sumsel Babel Syariah, kehadiran bank syariah di lingkungan kampus merupakan langkah strategis untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat, khususnya kalangan akademisi dan mahasiswa, terhadap prinsip-prinsip perbankan syariah yang berkembang pesat. “Kami berharap melalui kegiatan sosialisasi seperti ini, kami dapat memperluas jaringan kerjasama dengan perguruan tinggi dan meningkatkan literasi keuangan syariah di kalangan generasi muda,” ujarnya.

Dekan Fakultas Sains dan Teknologi diwakili oleh Dr. Muhammad Isnaini, M.Pd. selaku wakil Dekan III, menyambut baik inisiatif dari Bank Sumsel Babel Syariah dalam melakukan sosialisasi produk di lingkungan kampus. Beliau menekankan pentingnya pemahaman akan sistem perbankan syariah di tengah-tengah masyarakat, terutama di kalangan mahasiswa yang diharapkan akan menjadi agen perubahan di masa depan. “Kami berterima kasih atas kerjasama yang terjalin antara pihak bank dan kampus dalam upaya mengedukasi masyarakat akan pentingnya pilihan perbankan yang sesuai dengan prinsip syariah,” katanya.

Acara sosialisasi produk Bank Sumsel Babel Syariah di Fakultas Sains dan Teknologi UIN Raden Fatah Palembang ini diakhiri dengan sesi foto bersama serta penyerahan doorprize kepada beberapa peserta yang sudah bertanya. Keberhasilan acara ini menjadi tonggak penting dalam upaya meningkatkan pemahaman dan penerimaan masyarakat terhadap perbankan syariah, serta memperkuat kolaborasi antara sektor perbankan syariah dengan institusi Pendidikan khususnya Fakultas Sains dan Teknologi. (WD3FST)

 

marhaban-ya-ramadhan-1445-h-design-template-ed75d51c1e256c1170efd6f83942f812_screen

MEMANFAATKAN KEAJAIBAN TEKNOLOGI AI UNTUK MERAIH BERKAH RAMADHAN

Oleh: Muhammad Isnaini

Ramadhan, bulan suci yang dinantikan umat Muslim di seluruh dunia, telah tiba kembali. Dengan kedatangannya, datang pula momen introspeksi, pengampunan, dan pengabdian yang mendalam. Sebagai bulan penuhberkah dan rahmat, Ramadhan tidak hanya menuntut ketaatan dalam ibadah, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai kesabaran, kemurahan hati, dan solidaritas.Di era modern ini, teknologi telah memperluas cakrawala manusia dalamberbagai aspek kehidupan, dan Ramadhan pun tidak luput dari pengaruhnya. Kemajuan dalam kecerdasan buatan (AI) telah memberikan peluang baruuntuk memperdalam pengalaman keagamaan dan menjalankan ibadah dengan lebih bermakna.

Pada tulisan ini, kita akan membahas bagaimana kehadiran teknologiAI telah membuka pintu-pintu keberkahan Ramadhan secara baru. Dari memudahkan akses terhadap pengetahuan agama hingga membantu dalampelaksanaan ibadah sehari-hari, AI telah membuktikan dirinya sebagai kawanyang setia bagi umat Muslim di bulan penuh berkah ini. Kehadiran teknologikecerdasan buatan (AI) telah memberikan dampak yang signifikan dalammembuka pintu-pintu keberkahan Ramadhan secara baru.

Akses Terhadap Pengetahuan Agama. Dengan adanya teknologi AI, umat Muslim sekarang dapat mengakses pengetahuan agama dengan lebihmudah dan cepat. Berbagai aplikasi dan platform daring menggunakan AI untuk menyediakan konten-konten religius, seperti tafsir Al-Quran, hadis, dan materi kajian agama yang disesuaikan dengan kebutuhan pengguna. Hal inimemungkinkan umat Muslim untuk memperdalam pemahaman merekatentang ajaran Islam selama bulan Ramadhan.

Pendukung dalam Pelaksanaan Ibadah Harian, Teknologi AI juga telah menjadi pendukung yang berguna dalam menjalankan ibadah harianselama Ramadhan. Misalnya, aplikasi doa digital yang menggunakanteknologi pengenalan suara memungkinkan pengguna untuk mendengarkandan mengikuti bacaan doa dengan lebih mudah. Selain itu, ada juga aplikasiyang membantu mengingatkan jadwal salat, memberikan arah kiblat, dan bahkan menyediakan panduan untuk berpuasa dengan benar.

Pengelolaan Waktu dan Produktivitas. Ramadhan sering kali menjadi momen di mana umat Muslim berupaya meningkatkan produktivitasdan manajemen waktu mereka dalam menjalankan ibadah dan kegiatansehari-hari. Di sinilah teknologi AI hadir sebagai alat yang efektif. Denganaplikasi manajemen waktu yang menggunakan teknologi AI, pengguna dapatmerencanakan jadwal ibadah, kegiatan sosial, dan pekerjaan dengan lebihefisien, memungkinkan mereka untuk memanfaatkan waktu Ramadhan dengan maksimal.

Kemudahan dalam Berbagi dan Beramal. Selama Ramadhan, umatMuslim juga dianjurkan untuk melakukan amal dan berbagi rezeki dengansesama. Teknologi AI telah memfasilitasi proses ini dengan memudahkanpenggalangan dana dan penyaluran bantuan kepada yang membutuhkanmelalui platform-platform crowdfunding dan aplikasi donasi online. Dengandemikian, keberkahan Ramadhan dapat lebih luas dirasakan oleh masyarakatyang membutuhkan.

Dengan adanya teknologi AI, pengalaman menjalani ibadah Ramadhan menjadi lebih terkoneksi, terarah, dan bermakna. Namun demikian, pentingjuga untuk menjaga keseimbangan antara penggunaan teknologi dan pengalaman spiritual yang autentik, sehingga keberkahan yang dicari dapatterwujud dengan penuh kesadaran dan keikhlasan. Dengan hadirnyateknologi kecerdasan buatan (AI), pintu-pintu keberkahan Ramadhan telahterbuka lebih luas bagi umat Muslim di seluruh dunia. Teknologi AI memberikan akses yang lebih mudah terhadap pengetahuan agama, mendukung pelaksanaan ibadah harian, membantu dalam manajemen waktudan produktivitas, serta memfasilitasi berbagi rezeki dan amal kepadasesama.

Namun demikian, sementara teknologi memberikan kemudahan dan efisiensi, penting untuk tetap menjaga keseimbangan antara penggunaanteknologi dan pengalaman spiritual yang otentik. Ramadhan tetap menjadimomen introspeksi, pengampunan, dan pengabdian yang membutuhkankesadaran dan keikhlasan dari setiap individu. Dengan memanfaatkanteknologi AI secara bijak, umat Muslim dapat memperdalam hubunganmereka dengan Allah SWT, meningkatkan kualitas ibadah, serta membantumereka mencapai keberkahan yang dicari selama bulan suci Ramadhan. Semoga kehadiran teknologi ini dapat terus memberikan manfaat yang besarbagi umat manusia dalam menjalani kehidupan spiritual mereka. (Wallahua’lam bis assowab).

 

marhaban-ya-ramadhan-1445-h-design-template-ed75d51c1e256c1170efd6f83942f812_screen

AKSI ASIA INDOSIAR SEBAGAI SALAH SATU UKHUWAH WATHONIYAH PADA BULAN RAMADHAN

Oleh: Muhammad Isnaini

Pada bulan Ramadhan, kebersamaan dan solidaritas umat Muslim sering kali menjadi lebih terasa. Salah satu wujud nyatanya adalah melaluiberbagai kegiatan yang menggalang persatuan dan kebaikan, seperti yang dilakukan melalui AKSI ASIA INDOSIAR. AKSI ASIA INDOSIAR bukan hanyasebuah program televisi, tetapi juga sebuah wadah bagi ratusan juta pemirsadi Indonesia dan Asia untuk bersatu dalam semangat kebaikan. Sebagaibagian dari Ukhuwah Wathoniyah, AKSI ASIA INDOSIAR menjadi platform yang menginspirasi masyarakat untuk berbuat kebaikan, terutama di bulanRamadhan yang penuh berkah. Melalui program-programnya, AKSI ASIA INDOSIAR mengajak pemirsa untuk saling membantu sesama, berbagirezeki, dan mempererat tali persaudaraan.

Pendekatan yang holistik dalam membangun kebersamaan menjadi cirikhas AKSI ASIA INDOSIAR. Selain menggalang donasi untuk berbagaiprogram sosial dan kemanusiaan, program ini juga memberikan edukasi dan motivasi kepada pemirsa tentang pentingnya berbuat kebaikan dan membantu sesama, terutama di saat-saat yang penuh berkah seperti bulanRamadhan. Dengan adanya AKSI ASIA INDOSIAR, bulan Ramadhan bukanhanya menjadi momen ibadah secara individual, tetapi juga menjadimomentum bagi masyarakat untuk bersama-sama berbuat kebaikan, membantu sesama, dan memperkuat ukhuwah wathoniyah, baik dalam skalalokal maupun regional.

Penggalan ayat Al-Qur’an dan hadis Nabi Muhammad SAW memberikan landasan spiritual dan pedoman bagi tindakan kebaikan dan persaudaraan dalam Islam, termasuk dalam konteks AKSI ASIA INDOSIAR sebagai wujud Ukhuwah Wathoniyah di bulan Ramadhan. Ayat Al-Qur’an tentang Kebaikan dan Persaudaraan yang relevan adalah Surah Al-Baqarah (2:177), yang menggambarkan sifat-sifat orang yang beriman, di antaranyaadalah: Bukannya kepada (mempersembahkan) arah timur dan barat itu, tetapi sesungguhnya keimanan itu ialah beriman kepada Allah, Hari kemudian, Malaikat, Kitab, dan kepada Nabi-nabi serta memberikan hartayang dicintainya kepada kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, ibnusabil (orang-orang yang dalam perjalanan), orang-orang yang meminta-minta, (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikanzakat; dan orang-orang yang memenuhi janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan dan penderitaan serta dalampeperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan merekaitulah orang-orang yang bertakwa.”

Ayat ini menekankan pentingnya berbuat kebaikan, termasukmemberikan harta kepada yang membutuhkan, seperti anak yatim, orang miskin, dan orang-orang yang dalam perjalanan. Ini mencerminkan semangatkebaikan dan persaudaraan yang diwujudkan melalui AKSI ASIA INDOSIAR dalam membantu sesama. Dalam Hadist Rosulullah SAW yang dinukilkandalam kitab hadist Sahih Muslim, di mana Nabi Muhammad SAW bersabda:Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya, dan seseorang akanmendapatkan apa yang ia niatkan.” Hadis ini mengajarkan bahwa niat yang ikhlas dalam melakukan suatu amal adalah kunci penting. Dalam konteksAKSI ASIA INDOSIAR, niat untuk membantu sesama dengan ikhlas dan tanpa pamrih sangat penting untuk mendapatkan pahala dan berkah dariAllah SWT. Oleh karena itu program AKSI ASIA INDOSIAR sebagai salah satu wujud Ukhuwah Wathoniyah pada bulan Ramadhan dapat dilihat sebagaiimplementasi nilai-nilai yang dianjurkan dalam Al-Qur’an dan hadis Nabi, seperti berbuat kebaikan, membantu sesama, dan menjaga persaudaraan. Dengan demikian, program ini tidak hanya mencerminkan semangatkebaikan, tetapi juga merupakan manifestasi nyata dari ajaran Islam tentangkasih sayang dan kebersamaan di bulan suci Ramadhan.

Pendekatan holistik dalam membangun kebersamaan dan UkhuwahWathoniyah menjadi ciri khas program televisi, terutama Program Aksi Asia pada bulan Ramadhan, memiliki beberapa elemen kunci yang mencerminkankeberhasilannya. Pertama, Inklusivitas dan Keterlibatan Masyarakat: Program-program seperti Aksi Asia membangun partisipasi aktif masyarakatdalam kegiatan kebaikan. Mereka tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga kontributor dan pelaku dalam berbagai inisiatif sosial. Dalam konteksRamadhan, program ini mendorong semua lapisan masyarakat untuk bersatudalam semangat kebaikan, tidak memandang perbedaan sosial, ekonomi, atau budaya. Kedua, Multidimensionalitas Program: Aksi Asia tidak hanyafokus pada satu aspek kebaikan, tetapi mengadopsi pendekatan yang multidimensional. Mereka mencakup berbagai inisiatif sosial sepertipenggalangan dana untuk kemanusiaan, bantuan pangan, perawatankesehatan, pendidikan, dan bantuan korban bencana. Hal ini memastikanbahwa program tersebut dapat menjangkau beragam kebutuhan masyarakatyang beragam, memperkuat ikatan antara mereka melalui berbagai saluranamal.

Ketiga, Edukasi dan Kesadaran Sosial: Selain menyelenggarakankegiatan amal, program-program ini juga menyediakan platform untukpendidikan dan kesadaran sosial. Mereka menyampaikan informasi tentangisu-isu penting, seperti kemiskinan, kelaparan, pendidikan, kesehatan, dan hak asasi manusia. Dengan demikian, mereka tidak hanya membantu secaralangsung, tetapi juga memberdayakan masyarakat dengan pengetahuan yang dapat membantu mereka mengatasi tantangan jangka panjang. Keempat, Kolaborasi dan Kemitraan: Program-program seperti Aksi Asia sering kali bekerja sama dengan berbagai lembaga, organisasi non-pemerintah, badan amal, dan perusahaan untuk meningkatkan dampak sosial mereka. Kolaborasi ini memperluas jangkauan program dan memungkinkan lebihbanyak sumber daya untuk dialokasikan ke proyek-proyek kebaikan. Ini menciptakan sinergi antara berbagai pemangku kepentingan yang berkontribusi pada pembangunan masyarakat yang lebih baik. Kelima,Transparansi dan Akuntabilitas: Program-program tersebut biasanya memilikikebijakan transparansi dan akuntabilitas yang kuat. Merekamengkomunikasikan dengan jelas bagaimana dana amal dikumpulkan dan digunakan. Ini membangun kepercayaan masyarakat dan memastikan bahwakontribusi mereka benar-benar berdampak positif bagi mereka yang membutuhkan.

Melalui pendekatan holistik ini, Program Aksi Asia dan program-program sejenisnya menjadi ciri khas dalam membangun kebersamaan dan Ukhuwah Wathoniyah, terutama di bulan Ramadhan. Mereka tidak hanyamemberikan bantuan materi, tetapi juga membangun fondasi untukketerlibatan aktif masyarakat dalam perubahan sosial yang berkelanjutan.

Program-program televisi seperti Aksi Asia yang menekankanpendekatan holistik dalam membangun kebersamaan dan UkhuwahWathoniyah pada bulan Ramadhan menunjukkan dampak yang signifikandalam menggalang persatuan dan kebaikan dalam masyarakat. Melaluiinklusivitas, multidimensionalitas, edukasi, kolaborasi, dan akuntabilitas, program-program ini tidak hanya memberikan bantuan langsung kepada yang membutuhkan, tetapi juga membangun kesadaran sosial, pengetahuan, dan keterlibatan aktif masyarakat. Kunci keberhasilan program-program semacamitu terletak pada pengintegrasian nilai-nilai Islam yang mendorong kebaikan, persaudaraan, dan kepedulian terhadap sesama dengan pendekatan yang praktis dan menyeluruh dalam menjawab berbagai tantangan sosial. Dengandemikian, mereka tidak hanya menciptakan dampak positif pada individu dan komunitas yang menerima bantuan, tetapi juga memperkuat ikatan sosial dan moral dalam masyarakat secara keseluruhan.

Dalam konteks bulan Ramadhan yang dianggap sebagai bulan penuhberkah dan kemurahan, program-program semacam Aksi Asia memberikansarana yang sangat penting untuk umat Muslim dan masyarakat secara luasuntuk berkontribusi pada pembangunan sosial yang berkelanjutan. Denganmenggabungkan nilai-nilai agama dengan pendekatan praktis dan holistik, program-program ini menjadi ciri khas dalam memperkuat UkhuwahWathoniyah dan semangat kebaikan pada bulan Ramadhan dan di luar bulansuci tersebut. (Wallahu a’lam bis assowab)

WhatsApp Image 2024-03-21 at 02.59.39 (1)

RUTINITAS KEGIATAN RAMADHAN DI FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UIN RADEN FATAH

HUMAS FSTUINRF (20/03/2024).  Pada bulan suci Ramadhan tahun 1445 Hijriah, Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang menjadi saksi berbagai kegiatan yang penuh makna dan kebersamaan. Dalam semangat keagamaan dan akademis, berbagai program telah dirancang untuk memperkuat ikatan silaturrahmi antar pimpinan dengan dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa serta meningkatkan pemahaman akan nilai-nilai spiritual. Salah satu kegiatan yang menjadi sorotan adalah Tarhib Ramadan, yang merupakan pengenalan dan pembukaan bulan suci bagi civitas akademika Fakultas Sains dan Teknologi. Acara ini dihadiri oleh dosen, staf, dan mahasiswa dari berbagai 3 (tiga) program studi. Dalam suasana yang penuh kehangatan, mereka menyambut bulan suci dengan doa bersama dan ceramah singkat yang menginspirasi.

Selain itu, Fakultas Sains dan Teknologi juga direncanakan mengadakan berbagai kegiatan keagamaan seperti kajian tadarusan Al-Quran, tausiyah atau kultum bakda sholat Zuhur, Ziswaf serta berbuka Bersama untuk menyantuni pakir miskin yang ada disekeliling UIN Raden Fatah Palembang. Menurut ketua Panitia Qiyamu Ramadhan Pak Andi Saputra, M.Biomed., kegiatan-kegiatan ini insyaallah akan dihadiri dengan antusias oleh para mahasiswa, tendik dan dosen yang ingin mendalami makna dan hikmah Ramadhan. Tak hanya itu, Fakultas Sains dan Teknologi juga mengutamakan kegiatan sosial dan kepedulian terhadap sesama dengan mengadakan program iftar bersama untuk mahasiswa. Hal ini bertujuan untuk memperkuat rasa persaudaraan di antara mereka serta memberikan dukungan moral selama menjalani ibadah puasa. Kegiatan ini akan melibatkan Organisasi Kemahasiswaan (OMIK) Fakultas Sains dan Teknologi.

Khusus untuk kegiatan Kiyamu Ramadhan tahun ini, salah satu kegiatan akademis yang dilaksanakan adalah mengharapkan semua dosen dan mahasiswa untuk dapat menulis ide segar, kritisnya masing-masing yang dituangkan dalam sebuah artikel yang kami namakan Kolom Ensiklopedi Ramadhan. Jadi Pimpinan, Dosen, tendik dan mahasiswa diwajibkan untuk menulis dan menuangkan ide-ide dalam perspektif keilmuan mereka masing-masing kedalam subuat artikel, lebih jauh Dr. Muhammad Isnaini, M.Pd., selaku Pembina kegiatan rutin Kiyamu Ramadhan mengatakan “Ide kegiatan yang satu ini merupakan inspirasi positif dari dosen-dosen Fakultas Sains dan Teknologi untuk menuangkan ide cerdas mereka dalam rangka menginterpretasikan bulan Ramadhan dalam perspektif keilmuan mereka masing-masing, sehingga menjadi sebuah gagasan yang eksploratif tentang makna, hikmah dan orientasi bulan suci Ramadhan”.

Dengan berbagai kegiatan yang dirancang secara khusus untuk memperkokoh ikatan keagamaan, sosial, dan akademis, Fakultas Sains dan Teknologi UIN Raden Fatah Palembang menjadi tempat yang penuh berkah dan inspirasi di bulan suci Ramadhan tahun 1445 H. Semoga semangat kebersamaan dan nilai-nilai yang ditanamkan selama bulan suci ini terus bersemi dan memberi manfaat bagi seluruh civitas akademika. (Wd3FST).

marhaban-ya-ramadhan-1445-h-design-template-ed75d51c1e256c1170efd6f83942f812_screen

PENTINGNYA MENJAGA POLA MAKAN DENGAN MAKANAN HALAL DAN THOYIB SELAMA RAMADHAN

Irham Falahudin

Manager Halal UIN Raden Fatah/Wakil Dekan I FST

Email: irhamfalahudin_uin@radenfatah.ac.19

 

Pentingnya Makanan Halal dan Thoyyib dalam Agama Islam

Di dalam ajaran Islam, makanan memiliki kedudukan yang tinggi karena dari sinilah semuanya bermula. Darah dan daging kita berasal dari apa yang kita konsumsi. Makanan yang halal dan toyyiban tentunya akan menciptakan darah dan daging yang baik dan diberkahi. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita sebagai umat Islam untuk selalu menjaga dan memerhatikan cara-cara kita mendapatkan makanan serta selektif dalam memilih apa yang akan kita konsumsi. Manusia diperintahkan hanya mengkonsumsi makanan dan minuman yang halal. Baik itu halal secara dzatiyah atau wujud  makanan makanannya ataupun halal dari aspek asal memperoleh makanan tersebut. Kewajiban tersebut terdapat dalam al-Qur’an surat al-Baqarah: 168 sebagai berikut:

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ كُلُوْا مِمَّا فِى الْاَرْضِ حَلٰلًا طَيِّبًاۖ وَّلَا تَتَّبِعُوْا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِۗ اِنَّهٗ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ

Artinya : Wahai manusia, makanlah sebagian (makanan) di bumi yang halal lagi baik dan janganlah mengikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya ia bagimu merupakan musuh yang nyata. maknanya adalah setiap manusia dianjurkan Makanlah dari makanan yang halal, yaitu yang tidak haram, baik zatnya maupun cara memperolehnya. Dan selain halal, makanan juga harus yang baik, yaitu yang sehat, aman, dan tidak berlebihan dari segi kesehatan. Makanan dimaksud adalah yang terdapat di bumi yang diciptakan Allah untuk seluruh umat manusia, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan yang selalu merayu manusia agar memenuhi kebutuhan jasmaninya walaupun dengan cara yang tidak sesuai dengan ketentuan Allah. Waspadailah usaha setan yang selalu berusaha menjerumuskan manusia dengan segala tipu dayanya. Allah mengingatkan bahwa sungguh setan itu musuh yang nyata bagimu, wahai manusia..   Bahkan, menurut Ulama asal Mesir, Yusuf Al-Qardhawi, makanan bukanlah masalah furu’ tapi masalah ushi. Al Quran sendiri sudah memberikan perintah yang jelas bahwa kita harus memerhatikan makanan, yang sebagaimana tertuang dalam surat Al Maidah ayat 88: 

وَكُلُوْا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللّٰهُ حَلٰلًا طَيِّبًاۖ وَّاتَّقُوا اللّٰهَ الَّذِيْٓ اَنْتُمْ بِهٖ مُؤْمِنُوْنَ

Artinya: ”Dan makanlah makanan yang halal lagi baik (thayyib) dari apa yang telah direzekikan kepadamu dan bertakwalah kepada Allah dan kamu beriman kepada-Nya.”

Di dalam riwayat At-Thabrani Rasulullah juga pernah mengatakan bahwa makanan makanan halal berkaitan dengan diterimanya doa kita. Di dalam riwayat tersebut dikisahkan bahwa Sa’ad bin Abi Waqqash bertanya kepada Rasulullah SAW, “Ya Rasulullah, doakanlah saya kepada Allah agar doa saya terkabul.” Rasulullah pun menjawab “Wahai Sa’ad, perbaikilah makananmu, maka doamu akan terkabul.” Dan orang yang mengonsumsi makanan tidak halal, niscaya akan menerima dampak yang sangat berat.  Seperti yang disebutkan dalam hadits Nabi SAW yang artinya: “Setiap tubuh yang tumbuh dari (makanan) yang haram, maka api neraka lebih utama baginya (lebih layak membakarnya).” (HR. At-Thabrani).

Halal sendiri merujuk kepada bahasa yang punya arti “lepas” atau “tidak terikat”. Maksudnya sesuatu yang halal adalah suatu yang terlepas dari bahaya duniawi dan ukhrawi. Di dalam konteks makanan halal berarti makanan yang diizinkan untuk dikonsumsi sesuai syariat Islam, dan thayyiban berarti makanan tersebut aman, layak, dan memberikan manfaat bagi kesehatan. 

Bagaimana Menjalankan Gaya Hidup Halal Selama Ramadhan?

Pertanyaan yang sederhana adalah sudahkan halal makanan yang kita makan? Pertanyaan ini menjadi perlu disaat kita umat muslim diwajibkan berpuasa dan harus mampu memilih makanan yang halal dan thoyib. Orang yang makan-makan halal dia akan termotivasi untuk melaksanakan ketaatan dan perbuatan baik yang bermaslahat bagi dirinya dan orang banyak. Tak hanya itu, memakan makanan yang halal dan dari sumber yang halal akan mendatangkan keberkahan dan mempermudah seseorang dalam memperoleh ilmu. Kehalalan suatu produk yang kita makan sesuai dengan  Peraturan mengenai Jaminan Produk Halal Indonesia sendiri begitu tegas dengan  berlakukan Undang-Undang JPH Nomor 33 Tahun 2014. Undang-undang ini mewajibkan semua produk yang masuk, beredar, dan diperdagangkan di Indonesia wajib memiliki sertifikat halal. Konsep kehalalan suatu produk sendiri tidak hanya fokus pada komponennya saja, tapi juga tata cara produksi, sampai dengan produk sampai ke tangan konsumen. Dari hulu ke hilir kehalalan produk harus terjamin.  Berdasarkan regulasi JPH, ada tiga kelompok produk yang harus sudah bersertifikat halal seiring dengan berakhirnya penahapan pertama tersebut. Pertama, produk makanan dan minuman. Kedua, bahan baku, bahan tambahan pangan, dan bahan penolong untuk produk makanan dan minuman. Ketiga, produk hasil sembelihan dan jasa penyembelihan. Kegita kelompok produk tersebut harus sudah bersertifikat halal pada 17 Oktober 2024. Oleh karena itu, selama ramadhan banyak dari ketiga produk tersebut yang kita temui, untuk memberikan rasa aman dalam mengkonsumsi makanan dan minumam ramadhan kita harus bisa mengontrol untuk memiliah dan memilihnya. Oleh karena itu, selama bulan ramadhan ini bagaimana kita mengontrol makanan yang kita makan telah sesuai dengan aturan dan tuntunan Islam. Selain itu, selama ramadhan ini kita perlu mengontrol pola makan kita. Sebagai konsumen, kita harus secara aktif untuk melihat label halal yang tertera dalam kemasan. Atau juga saat Anda berniat untuk berbuka di luar, pastikan bahwa restoran atau rumah makan telah bersertifikat halal. Label halal adalah langkah sederhana untuk memastikan bahwa produk telah mendapatkan sertifikat halal yang menjadi pengakuan kehalal produk yang dikeluarkan oleh BPJPH. Namun, sebagai konsumen Anda juga perlu memvalidasi keaslian label halal tersebut.  Selain dengan melihat label halal, untuk menjalankan gaya hidup sehat selama Ramadhan juga bisa dengan memahami titik kritis kehalalan suatu produk yang dipengaruhi oleh kompleksitas penggunaan bahan dan juga proses produksi yang dijalankan. Itulah cara menerapkan gaya hidup halal selama Ramadhan yang bisa mulai Anda terapkan. Dari sisi produsen, salah satu cara mendukung gaya hidup halal adalah dengan mulai sadar bahwa sertifikat halal adalah bagian terpenting dalam bisnis. 

Oleh karena itu, selama ramadhan ini mari kita jaga gaya hidup halal secara konsisten untuk menjadi pribadi mukmin yang baik untuk selalu menjaga ilmunya, lisan dan hatinya, sebagaimana hadist dibawah ini: 

مَنْ أَكَلَ الْحَلَالَ أَرْبَعِيْنَ يَوْماً، نَوَّرَ اللهُ قَلْبَهُ وَأَجْرَى يَنَابِيْعَ الْحِكْمَةِ مِنْ قَلْبِهِ عَلَى لِسَانِهِ

Artinya : “Barangsiapa yang memakan makanan halal selama 40  hari, maka Allah akan menerangkan hatinya dan akan mengalirkan sumber-sumber ilmu hikmah dari hatinya pada lisannya.” (HR Abu Nu’aim). 

Pada akhirnya mengapa kita perlu menjaga konsumsi makanan halal selama bulan ramadhan setidaknya ada beberapa manfaat yang bisa kita rasakan antara lain:

  1. Ketaatan dalam Amalan Keagamaan  dengan mengkonsumsi makanan halal merupakan bagian penting dalam menjalankan perintah Allah dan mengikuti ajaran Islam.
  2. Kesehatan Jasmani dan ruhani dengan Makanan halal seringkali diproduksi dengan cara yang menjaga kebersihan dan higienitas, seperti prinsip-prinsip yang mengatur kebersihan dan keamanan pangan berlaku untuk penyembelihan hewan halal dan lain sebagainya.
  3. Produk Halal dan Thoyyib menjadi penting dalam mengkonsumsi pangan halal untuk menjamin bahwa pangan tersebut diproduksi, diolah, dan diolah sesuai dengan kaidah agama Islam sesuai dengan jaminan produk halal. Makanan halal juga memberikan ketenangan pikiran dan kepercayaan diri bagi yang menyantapnya.
  4. Kesadaran etis untuk mengkonsumsi makanan halal juga meningkatkan kesadaran etis terhadap kesejahteraan manusia dan etis dalam kesehatan hewannya. Prinsip penyembelihan hewan halal, seperti cara penyembelihan yang cepat dan manusiawi, bertujuan untuk menjamin kesejahteraan hewan.
  5. Mengkonsumsi makanan halal dapat memperkuat hubungan sosial dan solidaritas antar umat Muslim. Mengonsumsi makanan halal bersama-sama dengan keluarga, teman, atau dalam acara-acara sosial seperti buka bersama, dapat memperkuat ikatan dan rasa persatuan di antara komunitas Muslim.
  6. Pilihan pangan yang lebih luas yaitu meskipun ada batasan terhadap makanan yang dianggap haram (tidak halal), makanan halal menawarkan pilihan pangan yang luas dan beragam. Ada berbagai jenis makanan halal dari berbagai budaya, negara, dan masakan. Hal ini memungkinkan individu untuk menikmati variasi kuliner dan mengeksplorasi makanan dari berbagai daerah.

Semoga kita dapat menjaga pola makan kita selama bulan ramadhan dengan makanan yang halal dan thoyib serta telah memiliki sertifikasi halal untuk menjamin kekhusyu’an ibadah puasa kita dengan harapan kita tetap sehat jasmani dan ruhani akan menjadi insan yang mutaqin.

marhaban-ya-ramadhan-1445-h-design-template-ed75d51c1e256c1170efd6f83942f812_screen

KEGIATAN SOSIAL VIRTUAL RAMADHAN: PERBINCANGAN TENTANG CARA-CARA UMAT ISLAM MENGGUNAKAN TEKNOLOGI

Oleh: Muhammad Isnaini

Allah SWT menyatakan dalam Al-Quran Surah Al-Hujurat (49:13), “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antarakamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” Ayat inimenegaskan pentingnya interaksi sosial dalam membangun kedekatan di antara umat manusia. Dan Hadis Rasulullah SAW juga menegaskanpentingnya saling berinteraksi dan berbagi dalam kehidupan umat Islam. Dalam sebuah hadis riwayat Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda, “Seseorang itu adalah seagama dengan temannya, maka hendaklah salah seorang di antara kalian memperhatikan dengan siapa dia bersahabat.”Dalam konteks bulan suci Ramadhan, umat Islam menggunakan teknologiuntuk menjalankan kegiatan sosial virtual dengan berbagai cara. Pendahuluan ini akan mengeksplorasi bagaimana teknologi memfasilitasikegiatan sosial virtual umat Islam selama bulan Ramadhan, memungkinkanmereka untuk tetap terhubung, berbagi, dan memberikan dukungan satusama lain dalam perjalanan spiritual mereka.

Penggunaan teknologi dalam bentuk kegiatan sosial virtual telahmemainkan peran yang signifikan dalam memfasilitasi interaksi dan koneksi di antara umat Islam selama bulan Ramadhan. Teknologi memungkinkan umatIslam untuk mengadakan pertemuan dan diskusi virtual, seperti diskusi kitab suci, ceramah, atau kajian agama. Platform seperti Zoom, Google Meet, atauplatform media sosial memungkinkan umat Islam untuk berinteraksi secaralangsung dengan sesama umat Islam di berbagai belahan dunia, memperluascakupan dan aksesibilitas kegiatan sosial dan keagamaan.

Selama bulan Ramadhan, umat Islam sering kali menggunakanteknologi untuk mengadakan kegiatan amal dan penggalangan dana secaravirtual. Melalui platform crowdfunding atau aplikasi donasi online, umat Islam dapat berpartisipasi dalam kegiatan sosial seperti pemberian makananberbuka puasa bagi yang membutuhkan, bantuan kemanusiaan, atau proyek-proyek pembangunan masjid, tanpa harus bertatap muka secara langsung.

Podcast, webinar, dan saluran YouTube agama menjadi sarana yang efektif untuk berbagi ilmu dan motivasi selama bulan Ramadhan. Para pemimpin agama dan cendekiawan Islam menggunakan teknologi ini untukmenyampaikan ceramah, kuliah, dan kajian agama yang memotivasi dan memberi inspirasi kepada umat Islam di seluruh dunia. Hal ini memungkinkanumat Islam untuk terus terhubung dengan ajaran agama dan meningkatkanpemahaman mereka tentang Islam.

Kegiatan sosial virtual juga memperkuat ikatan komunitas umat Islam di seluruh dunia. Melalui grup-grup diskusi, forum online, atau media sosial, umat Islam dapat berbagi pengalaman, bertukar informasi, dan memberikandukungan moral satu sama lain dalam perjalanan spiritual mereka selamabulan Ramadhan. Hal ini memperkuat rasa kebersamaan dan solidaritas di antara umat Islam, meskipun mereka berada di lokasi yang berbeda.

Namun, kita juga perlu menyadari bahwa penggunaan teknologi dalamkegiatan sosial virtual juga memiliki tantangan dan risiko. Misalnya, risikopenggunaan yang tidak sehat, seperti kecanduan media sosial ataupenyebaran informasi yang salah, dapat mengganggu kualitas pengalamanspiritual selama bulan Ramadhan. Oleh karena itu, perlu adanya kesadarandan pengelolaan yang bijak dalam penggunaan teknologi selama bulan suciini. Dengan demikian, teknologi telah memfasilitasi kegiatan sosial virtual umat Islam selama bulan Ramadhan dengan cara yang signifikan, memungkinkan mereka untuk tetap terhubung, berbagi, dan memberikandukungan satu sama lain dalam perjalanan spiritual mereka. Denganpengelolaan yang bijak, kegiatan sosial virtual ini dapat menjadi sarana yang efektif dalam memperkuat ikatan komunitas dan meningkatkan pengalamankeagamaan umat Islam selama bulan yang penuh berkah ini.

Secara keseluruhan, penggunaan teknologi dalam bentuk kegiatansosial virtual telah memberikan kontribusi yang signifikan dalam memfasilitasiinteraksi, koneksi, dan praktik keagamaan umat Islam selama bulanRamadhan. Melalui berbagai platform dan aplikasi, umat Islam dapat terlibatdalam berbagai kegiatan seperti pertemuan virtual, diskusi agama, kegiatanamal, dan berbagi ilmu dengan cara yang lebih luas dan mudah.

Kegiatan sosial virtual juga memperkuat ikatan komunitas umat Islam di seluruh dunia, memungkinkan mereka untuk merasakan kebersamaan dan solidaritas, meskipun secara fisik terpisah. Hal ini mencerminkan semangatpersaudaraan yang dijunjung tinggi dalam ajaran Islam, di mana umat Islam saling mendukung dan memotivasi satu sama lain dalam perjalanan spiritual mereka. Namun, penting untuk diingat bahwa penggunaan teknologi juga membawa tantangan dan risiko, seperti penggunaan yang tidak sehat ataupenyebaran informasi yang salah. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran dan pengelolaan yang bijak dalam penggunaan teknologi selama bulanRamadhan, untuk memastikan bahwa pengalaman spiritual tetap menjadiyang utama.

Dengan demikian, kesimpulan ini menekankan pentingnyapemanfaatan teknologi dengan bijak dan bertanggung jawab, sehinggakegiatan sosial virtual dapat terus menjadi sarana yang efektif dalammemperkuat ikatan komunitas dan meningkatkan pengalaman keagamaanumat Islam selama bulan yang penuh berkah ini. (Wallahu a’lam bis assowab).

marhaban-ya-ramadhan-1445-h-design-template-ed75d51c1e256c1170efd6f83942f812_screen

PODCAST DAN WEBINAR DIGUNAKAN UNTUK MENYAMPAIKAN INFORMASI KEAGAMAAN PADA BULAN RAMADHAN

Oleh: Muhammad Isnaini

Pada era digital yang terus berkembang, podcast dan webinar telahmenjadi alat yang efektif untuk menyampaikan informasi keagamaan selamabulan suci Ramadhan. Baik itu melalui diskusi agama, kuliah, kajian kitab suci, atau ceramah motivasi, podcast dan webinar memungkinkan para pemimpin agama dan cendekiawan untuk terhubung dengan umat Islam secara global tanpa batasan geografis. Dalam pendahuluan tulisan ini, kitaakan membahas peran penting podcast dan webinar dalam menyampaikaninformasi keagamaan selama bulan Ramadhan. Kita akan melihat bagaimanateknologi ini memberikan aksesibilitas yang lebih besar terhadappengetahuan agama, memfasilitasi diskusi yang mendalam, dan memperkuatikatan komunitas umat Islam di seluruh dunia. Dengan meningkatnyapenggunaan podcast dan webinar dalam konteks keagamaan, bulanRamadhan menjadi momentum yang tepat untuk memanfaatkan potensipenuh teknologi ini dalam mendukung perjalanan spiritual umat Islam. Mari kita jelajahi lebih dalam bagaimana podcast dan webinar menjadi saranapenting untuk menyampaikan informasi keagamaan dan mendukung praktikkeagamaan selama bulan Ramadhan.

Podcast dan webinar telah memainkan peran penting dalammenyampaikan informasi keagamaan selama bulan Ramadhan. Podcast dan webinar memberikan aksesibilitas yang luas terhadap pengetahuankeagamaan. Dengan hanya memerlukan koneksi internet, umat Islam di seluruh dunia dapat mengakses konten-konten keagamaan yang bervariasi, mulai dari kuliah agama, kajian kitab suci, hingga ceramah motivasi, tanpaharus terbatas oleh batasan geografis atau waktu.

Salah satu keunggulan utama dari podcast dan webinar adalahfleksibilitas waktu yang mereka tawarkan. Umat Islam dapat mendengarkanatau menonton konten keagamaan ini sesuai dengan jadwal dan kenyamananmereka sendiri, baik itu saat mereka sedang bepergian, bekerja, atau di rumah. Hal ini memungkinkan mereka untuk tetap terhubung dengan ajaranagama selama bulan Ramadhan tanpa harus mengorbankan kesibukansehari-hari mereka. Podcast dan webinar sering kali menawarkan kontenyang mendalam dan terperinci tentang berbagai aspek agama. Diskusi-diskusi yang diselenggarakan melalui platform-platform ini memungkinkanumat Islam untuk memperdalam pemahaman mereka tentang konsep-konsepagama, praktek-praktek ibadah, dan masalah-masalah keagamaan yang relevan. Ini membantu memperkaya pengalaman spiritual selama bulanRamadhan dan memperkuat ikatan dengan agama mereka.

Podcast dan webinar juga memfasilitasi keterlibatan komunitas dalamdiskusi dan pembelajaran keagamaan. Melalui fitur-fitur seperti obrolanlangsung atau forum online, umat Islam dapat berinteraksi satu sama lain, bertukar pendapat, dan membangun jaringan sosial yang mendukung. Hal inimemperkuat rasa kebersamaan dan solidaritas di antara umat Islam di seluruh dunia selama bulan Ramadhan. Dengan demikian, podcast dan webinar memainkan peran penting dalam menyampaikan informasikeagamaan selama bulan Ramadhan, memungkinkan umat Islam untuk tetapterhubung dengan ajaran agama dan memperdalam pengalaman spiritual mereka dengan lebih mudah dan efektif.

Teknologi, khususnya dalam bentuk podcast dan webinar, telahmembawa perubahan signifikan dalam cara umat Islam mengakses, mendiskusikan, dan memperkuat ikatan komunitas mereka dalam kontekspengetahuan agama selama bulan Ramadhan. Melalui podcast dan webinar, pengetahuan agama menjadi lebih mudah diakses bagi umat Islam di seluruhdunia. Ini mengatasi hambatan geografis dan akses fisik yang mungkindihadapi oleh sebagian umat Islam dalam menghadiri acara keagamaansecara langsung. Dengan hanya memerlukan koneksi internet, siapa pun dapat mengakses konten keagamaan yang beragam, baik itu kuliah, kajiankitab suci, atau ceramah, dari mana saja dan kapan saja. Namun, kita perlumengakui bahwa aksesibilitas ini tidak merata di seluruh dunia. Masih adasebagian umat Islam yang tidak memiliki akses yang memadai ke internet atau perangkat yang diperlukan untuk mengakses podcast dan webinar, yang dapat meninggalkan kesenjangan dalam akses terhadap pengetahuanagama.

Teknologi memfasilitasi diskusi yang mendalam tentang berbagaiaspek agama. Melalui fitur-fitur seperti obrolan langsung atau forum online, umat Islam dapat berinteraksi satu sama lain dan bertukar pendapat tentangisu-isu agama yang kompleks. Ini membuka ruang untuk refleksi kritis dan pemahaman yang lebih dalam tentang ajaran agama, yang dapatmemperkaya pengalaman spiritual umat Islam selama bulanRamadhan.Namun, kita perlu memperhatikan bahwa diskusi-diskusi ini juga dapat memunculkan perbedaan pendapat yang tajam atau bahkan konflikantar kelompok, terutama jika tidak dielola dengan baik. Oleh karena itu, perluadanya pengawasan dan bimbingan dari para ahli agama dalam memfasilitasidiskusi yang sehat dan bermanfaat.

Podcast dan webinar juga memperkuat ikatan komunitas umat Islam di seluruh dunia. Melalui partisipasi dalam acara-acara keagamaan yang diselenggarakan secara daring, umat Islam dapat merasakan kebersamaandan kebersatuannya, meskipun mereka berada di lokasi yang berbeda. Ini memperkuat rasa solidaritas dan saling mendukung di antara umat Islam, yang menjadi penting dalam memperkuat ikatan komunitas selama bulanRamadhan. Namun demikian, kita perlu berhati-hati terhadap potensipembentukan kelompok-kelompok yang eksklusif atau tertutup, yang dapatmengurangi inklusivitas dan keragaman dalam komunitas umat Islam secaraonline. Diperlukan upaya untuk memastikan bahwa semua suara didengardan diperhatikan dalam ruang diskusi daring. Dengan demikian, sementarateknologi seperti podcast dan webinar memberikan aksesibilitas yang lebihbesar terhadap pengetahuan agama, memfasilitasi diskusi yang mendalam, dan memperkuat ikatan komunitas umat Islam di seluruh dunia, kita juga perlumengakui tantangan dan risiko yang terkait dengan penggunaan teknologi ini. Dengan pengawasan yang tepat dan keterlibatan aktif dari para pemimpinagama dan cendekiawan, teknologi ini dapat dimanfaatkan secara positifuntuk meningkatkan pengalaman keagamaan umat Islam selama bulanRamadhan dan di luar itu.

Mengakhiri telaah kritis ini, ada baiknya kita merenungkan sebuah ayatdari Al-Quran yang relevan dengan peran dan pengaruh media sosialterhadap praktik Ramadhan. Ayat ini mengingatkan kita untuk selalu bertindakdengan bijaksana dalam menggunakan teknologi dan memastikan bahwaaktivitas kita selaras dengan nilai-nilai agama “Allah tidak membebaniseseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Bagi dirinya ada apayang dikerjakannya, dan bagi dirinya pula (akibat) apa yang diperbuatnya.” (Al-Baqarah: 286). Ayat ini menegaskan bahwa setiap individu bertanggungjawab atas perbuatan dan aktivitasnya sendiri. Oleh karena itu, kita perlumenggunakan media sosial dengan bijak dan bertanggung jawab, memastikan bahwa penggunaan teknologi tersebut tidak bertentangandengan nilai-nilai agama dan tidak mengganggu praktik ibadah selama bulanRamadhan. Dengan menjadikan ayat ini sebagai pedoman, kita diingatkanuntuk senantiasa mempertimbangkan dampak dari setiap tindakan yang kitalakukan, termasuk penggunaan media sosial, dan memastikan bahwa kitamenggunakan teknologi ini sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepadaAllah SWT dan memperkuat ikatan komunitas umat Islam selama bulan yang penuh berkah ini. (Wallahu a’lam bis assowab).