Program Studi Kimia Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang telah sukses menyelenggarakan kuliah tamu pada hari Jumat (22/09/2023) dengan narasumber Prof. Dr. Ratnaningsih Eko Sardjono, M.Si. Kuliah tamu kali ini diselenggarakan di Ruang Teater Lantai 4 Gedung B FST UIN Raden Fatah palembang dengan mengusung tema “Prospek Nano Material Berbasis Bahan Alam: Nano Herbal Medicine dari Mucuna pruriens untuk Terapi Penyakit Parkinson.”
Guru Besar Bidang Kimia Organik FMIPA UPI Bandung memaparkan bahwa obat herbal yang beredar di Indonesia saat ini mayoritas diimpor dari Cina dan Korea. Menurutnya Indonesia memiliki keanekaragaman hayati sangat tinggi, namun baru sekitar 0,13% saja yang dimanfaatkan sebagai obat herbal.
Bermula dari risetnya tahu 2010 terkait sintesis L-Dopa yang dilakukan di laboratorium yang sangat sulit, ternyata Prof. Ratna justru menemukan bahan alam yang mengandung L-Dopa cukup tinggi pada tanaman koro benguk (Mucuna pruriens). Seperti yang diketahui bahwa senyawa L-Dopa merupakan prekursor senyawa Dopamine yang dapat memberikan efek bahagia dalam tubuh manusia.
Penyakit Parkinson adalah gangguan neurodegeneratif yang mempengaruhi sistem saraf dan gerakan tubuh. Penyakit ini biasanya berkembang secara perlahan dan dapat menyebabkan gejala yang bervariasi dari satu individu ke individu lainnya. Gejala utama penyakit Parkinson antara lain: tremor, pergerakan tubuh yang lambat, kaku, serta gangguan keseimbangan, bicara, dan tulisan tangan.
Dopamin adalah salah satu neurotransmitter yang sangat penting dalam pengobatan penyakit Parkinson. Penyakit Parkinson disebabkan oleh kekurangan dopamin dalam otak, khususnya dalam area yang disebut substansia nigra. Oleh karena itu, salah satu pendekatan utama dalam terapi Parkinson adalah meningkatkan kadar dopamin dalam otak atau mengkompensasi kekurangannya.
Seperti yang diketahui bahwa tubuh manusia sebagian besar adalah air. Selain itu, selaput membran yang ada dalam tubuh merupakan pospolipid. Senyawa L-Dopa yang akan diinjeksikan harus memiliki kelarutan yang tinggi dalam air (hidrofilik), tetapi dapat menembus selaput membran yang bersifat hidrofopik. Oleh karena itu, perlu dilakukan modifikasi menjadi berukuran nano agar memiliki sifat yang diinginkan dan mencapai syaraf target. Hal inilah yang dilakukan oleh dosen Kimia Organik di FMIPA UPI Bandung tersebut.
Melalui kuliah tamu, Prof. Ratna berpesan agar mahasiswa dapat memanfaatkan potensi dari bahan alam yang berada di sekitar tempat tinggal sebagai nano herbal medicine sehingga mengurangi ketergantungan obat sintetis dan impor obat herbal.