marhaban-ya-ramadhan-1445-h-design-template-ed75d51c1e256c1170efd6f83942f812_screen

UPAYA MENGGAPAI DERAJAT TAQWA DENGAN PUASA RAMADHAN

Oleh: H. Johan Muhammad Nasir

Tentu sebagai orang yang beriman sangat menginginkan puasa yang kita lakukan tahun ini dan tahun-tahun selanjutnya berdampak positif bagi peningkatan kualitas taqwa disisi Allah, sehingga melahirkan pribadi yang senantiasa menghiasi diri dengan akhlak terpuji guna meraih ridha dan ampunan-Nya. Ada lima upaya yang kita lakukan agar puasa yang kita tunaikan sebulan ini benar-benar mengantarkan kita menjadi hamba Allah yang bertaqwa dalam arti yang sebenarnya, yaitu:

 

Pertama, berpuasalah benar-benar berniat karena Allah.

Berniat karena Alah dalam melaksanakan ibadah puasa adalah upaya yang sangat menentukan untuk mencapai derajat taqwa yang tinggi. Jangan sampai tercampur dengan niat-niat yang lain, seperti ingin mendapatkan pujian, dagangan laris, supaya sakti dan lain sebagainya. Pastikan bahwa puasa yang kita lakukan dari hari pertama sampai hari terakhir benar-benar niat kita murni dilandasi karena Allah semata dan hendaknya kita jauhi niat-niat lain yang dapat merusak kualitas puasa, sehingga menyebabkan gagalnya mencapai derajat taqwa disisi-Nya.

Kedua, jagalah ucapan, pandangan dan pendengaran

Jika ingin derajat taqwa itu benar-benar dianugerahkan kepada kita, maka mari selama berpuasa senantiasa kita menjaga ucapan, pandangan dan pendengaran dari hal-hal yang dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya. Setiap kita berucap apa saja, ucapkanlah perkataan baik yang mengandung ilmu, nasehat dan motivasi untuk meningkatkan amal ibadah kita. Gunakan pandangan dan pendengaran pada hal-hal yang bermanfaat untuk menunjang sempurnanya pahala puasa yang kita lakukan. Sehingga derajat taqwa itu dapat dengan mudah diraih dan menjadi hadiah terindah yang Allah anegerahkan dalam hidup ini.

Ketiga, tetaplah semangat menjalani tugas harian

Kita hidup di dunia bukanlah untuk santai-santai dan membuang waktu dengan percuma. Banyak tugas dan kewajiban yang mesti ditunaikan, baik tugas kepada Allah (hablum minallah) atau tugas kepada sesama manusia (hablum minannas). Walaupun kita berpuasa, janganlah menjadikan suatu alasan yang menyebabkan kita bermalas-malasan melaksanakan berbagai tugas yang diamanahkan kepada kita. Lihatlah Rasulullah SAW dan para sahabat, mereka tetap menunjukkan semangat yang tinggi dalam melaksanakan berbagai tugas penting, bahkan perang badar yang sangat berat itu dilaksanakan dalam suasana berpuasa. Apabila semua tugas tersebut terlaksana dengan penuh semangat, maka peluang untuk meraih derajat taqwa terbuka lebar untuk kita.

Keempat, isilah waktu luang dengan tadarus dan zikir kepada Allah.

Jangan pernah membiarkan ada waktu luang berlalu begitu saja selama bulan Ramadhan ini. Isilah dengan banyak tadarus Al Quran, bahkan kita programkan bisa khatam Al Quran minimal satu kali. Kemudian setelah shalat fardhu atau shalat sunnah, berzikirlah sebanyak yang kita mampu dan rasakan betapa zikir yang kita baca itu menambah rasa iman dan kedekatan kita kepada Allah. Inilah sesungguhnya rahasia penting untuk dapat menggapai derajat taqwa yang menjadi idaman bagi kita orang yang beriman.

Kelima, banyaklah berbagi

Ternyata gemar berbagi dan bersedekah termasuk jalan mudah untuk mencapai level taqwa di sisi Allah. Berbagi disini tentu kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan sesuai dengan kadar kemampuan yang kita miliki. Lebih-lebih di bulan suci Ramadhan ini, benar-benar kita sisihkan sebagian rezeki untuk membantu meringankan beban hidup saudara-saudara kita yang serba kekurangan. Ketahuilah bahwa menjelang datangnya kematian yaitu ketika terjadinya proses sakaratul maut, banyak orang ingin agar Allah menunda kematiannya walau hanya sebentar saja agar dapat bersedekah. Karena ternyata betapa besar manfaatnya sedekah itu untuk menyelamatkan diri dari pedihnya siksa kubur dan beratnya siksa api neraka di akhirat nanti. Na’udzubillahi min dzalik. Allah menyatakan hal ini dalam salah satu firman-Nya; yang Artinya ; “Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: “Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?” (QS. Al Munafiqun 63:10). Semoga menjadi acuan untuk dapat meraih predikat taqwa sebagai tujuan akhir diwajibkan ibadah puasa kepada kita. Aamiin. (Wallahu a’lam bis assowab).

 

Tags: No tags

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *