HUMAS FSTUINRF — (11/07/23) Kurikulum pendidikan tinggi di Indonesia semakin menekankan pentingnya penguasaan kompetensi tertentu bagi lulusan perguruan tinggi. Penguasaan kompetensi inilah yang memastikan seseorang layak menyandang gelar akademis tertentu sesuai dengan jenjang dan bidang pendidikan yang diikutinya. Dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 81 Tahun 2014, disebutkan bahwa seorang lulusan sebuah program pendidikan tinggi berhak mendapatkan ijazah yang merupakan pengakuan atas diselesaikannya program pendidikan. Peraturan tersebut juga menyebutkan bahwa ijazah yang diberikan kepada lulusan pendidikan tinggi sekurang-kurangnya dilengkapi dengan transkrip akademik dan Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI).
Keputusan tersebut di sambut baik oleh Rektor UIN Raden Fatah Palembang Prof. Dr. Nyayu Khodijah, S.Ag., M.Si dan ditindaklajuti serta direalisasikan oleh Prodi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi beberapa tahun terakhir. Pada semester ini SKPI Prodi Biologi dilaksanakan pada Selasa (11/07) di ruang teater lantai 4 Fakultas Sains dan Teknologi dengan fokus pelatihan “Hazard Analysis and Critical Control Points dan Standar Laboratorium ISO 17025”.
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Wakil Dekan I Dr. Irham Falahudin, M.Si, dan dihadiri oleh Ketua Prodi, Sekretaris Prodi, Dosen dan Tendik dari prodi biologi. Peserta kegiatan ini adalah mahasiswa prodi biologi Angkatan 2021 senayak 60 orang.
Pada kesempatan ini, Dr. Irham Falahudin, M.Si. menyampaikan bahwa pelatihan ini sangat penting untuk melengkapi dokumen SKPI mahasiswa. SKPI merupakan dokumen tambahan penting yang menyatakan kemampuan kerja, penguasaan pengetahuan, dan sikap atau moral seorang lulusan yang lebih mudah di mengerti oleh pihak pengguna, baik di dalam maupun luar negeri. Bagi mahasiswa, SKPI ini juga sangat bermanfaat sebagai media promosi kehandalan dan kompetensi yang dimilikinya sehingga kelak di kemudian hari bisa lebih mudah diserap pangsa pasar kerja dimanapun berada.
Dua narasumber dihadirkan untuk mengisi kegiatan ini, yaitu Bapak Harsono, S.T. dan Bapak Angga Nadi Utomo, S.T. yang merupakan tenaga ahli dari Badan Standarisasi Nasional (BSN). Pada kesempatan ini Bapak Harsono, S. T. menyampaikan materi tentang Laboratorium berakreditasi SNI ISO/IEC 17025:2017. Beliau menyampaikan ruang lingkup dari SNI ISO/IEC 17025:2017 dari standar laboratorium pengujian, kalibrasi hingga pengambilan contoh (sampling). Bapak Angga Nadi Utomo, S.T. menyampaikan materi tentang HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Point). Beliau menyampaikan bahwa HACCP merupakan sistem manajemen yang dirancang untuk meminimalkan resiko bahaya terhadap keamanan pangan, HACCP lebih menekankan sistem kontrol dan pengendalian terhadap bahaya yang bisa timbul dalam setiap proses sehingga proses yang dilakukan terjamin aman dari mulai bahan baku sampai produk akhir. Kedua narasumber menyampaikan materi secara paralel dan dilanjutkan dengan diskusi. Kegiatan diikuti dengan antusias oleh mahasiswa dan diakhiri dengan foto Bersama. (SS)