HUMAS FSTUINRF — (24/02/2023) Akreditasi internasional merupakan upaya penting untuk memperoleh rekognisi internasional dan juga untuk memperoleh status unggul pada akreditasi nasional. ASIIN adalah salah satu akreditasi internasional yang diterbitkan oleh lembaga akreditasi di Duseldolf, Jerman yang melakukan akreditasi pada bidang tertentu, mulai dari teknik, informatika, teknologi, sains hingga matematika. Tak semudah yang dibayangkan, untuk mendapatkan akreditasi ini, butuh persiapan yang matang. Baik dari pihak Universitas, Fakultas dan Prodi yang bersangkutan. Banyak program studi di suatu perguruan tinggi menempuh jalur ini termasuk diantaranya adalah beberapa program studi di Fakultas MIPA Universitas Lampung yang telah meraih akreditasi internasional ASIIN. Dengan keberhasilan tersebut tentunya menjadi magnet bagi perguruan tinggi yang lain untuk menimba Ilmu di Fakultas tersebut.
Jumat, 24 Februari 2023 Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Raden Fatah Palembang melakukan Benchmarking ke Fakultas MIPA Universitas Lampung. Rombongan FST UIN Raden Fatah Palembang dipimpin oleh Dekan FST Dr. Munir, M.Ag., dan diikuti oleh Wakil Dekan I Dr. Irham Falahudin, M.Si., Wakil Dekan II Dr. Delima Engga Maretha, M.Kes., AIFO., Wakil Dekan III Dr. Muhammad Isnaini, M.Pd, Kabag TU Mila Gustahartati, S.Ag., M.Hum., Sub koorditator bidang akademik, kemahasiswaan dan alumni Marsi Sulistiawati, M.Kom., APK APBN Muhammad Edy, S.E., M.Kom., Ketua Prodi, Sekretaris prodi, GPMF, GPMP, Pengelola jurnal, dosen dan tendik. Rombongan disambut dengan baik oleh Plt Dekan FMIPA UNILA Dr. Eng. Heri Satria, M.Si., para Wakil Dekan, ketua jurusan dan staff fakultas.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Munir, M.Ag. secara umum mengemukakan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk memperoleh perspektif yang jelas tentang jalur-jalur yang bisa ditempuh dan penjelasan yang rinci mengenai langkah-langkah strategis yang bisa diambil dalam memperoleh akreditasi internasional ASIIN.
Ibu Endang Linirin Widyastuti, Ph.D. menyampaikan terkait akreditasi ASIIN harus difokuskan pada sarana dan prasarana khususnya pada fasilitas, laboratorium dan SDM. Beberapa persiapan yang harus dilakukan untuk akreditasi ASIIN adalah mengelola website prodi secara bilingual, menetapkan nilai TOEFL untuk student graduation, implementasi MBKM, menyelenggarakan guest lecture dari dalam maupun luar negeri, memperhatikan SOP untuk Recruitment Staff. Beliau juga menyampaikan beberapa instrument yang harus dipersiapkan pada beberapa kriteria yang terdapat pada Self Assessment Report (SAR).
Pemeparan dilanjutkan oleh Dr. rer. nat. Roniyus Marjunus, M.Si. Beliau menekankan bahwa kurikulum harus berdasarkan OBE (Outcome Based Education). Harus adanya transparansi dokumentasi seperti RPS, SKPI, asessment outcome harus jelas dan memiliki standar yang terukur, harus aktif dalam kegiatan student maupun lecturer mobility.
Kegiatan selanjutanya adalah sharing session dan dilanjutkan dengan penandatanganan Surat Perjanjian Kerjasama (SPK). (SS)