Berdasarkan ayat tersebut, sebagai kaum muslimin kita mempunyai kewajiban untuk menyampaikan perintah Allah SWT. Terlepas darai mendapat rahmat atau tidaknya orang tersebut, itu adalah tanggung jawab diri masing-masing kepada Allah SWT. Semua dikembalikan kepada ayat Allah SWT “La’allakum Tattaquun (Agar kamu bertakwa)”. Bagaimanakah definisi bertakwa itu? Allah SWT menjelaskan dalam surat Ali Imran ayat 132-134: “Dan taatilah Allah dan Rasul, supaya kamu diberi rahmat. Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan”.
Ayat tersebut menjelaskan bahwa orang yang bertakwa akan segera mencari ampunan, berinfak baik diwaktu lapang dan sempit, menahan amarah serta memaafkan kesalahan orang lain. Menahan amarah merupakan bagian yang sangat berat untuk dilakukan ketika bulan ramadhan, apalagi ketika kita mendapatkan masalah. Karena sebagai manusia, kita cenderung melampiaskan amarah tersebut. Diakhir kultumnya beliau mengharapkan dengan memahami ayat-ayat tersebut, semoga kita bisa bersama-sama mengamalkan dan menjadi orang yang bertakwa. (SS)