ram1

MENGGAPAI TAQWA DI BULAN RAMADHAN

HUMAS – FSTUIN (22/04/2022) — Hari ke-19 ramadhan (Kamis, 21 April 2022) Bapak Tito dijadwalkan untuk menyampaikan kultum oleh Fakultas Sains dan Teknologi. Pada hari ini, dengan penuh persiapan beliau menyampaikan kultum dengan tema “Menggapai Taqwa di Bulan Ramadhan”. Beliau mengawali kultumnya dengan mengingatkan kewajiban kita sebagai umat manusia. Sebagai umat manusia, kewajiban kita menyampaikan apa yang telah diberitakan oleh Allah SWT. Apapun pesannya dan apapun perintahnya walaupun  hanya satu ayat. Hal tersebut berkaitan dengan Surat Ali Imran Ayat 20 : “Kemudian jika mereka membantah engkau (Muhammad) katakanlah, “Aku berserah diri kepada Allah dan (demikian pula) orang-orang yang mengikutiku.” Dan katakanlah kepada orang-orang yang telah diberi Kitab dan kepada orang-orang buta huruf, ”Sudahkah kamu masuk Islam?” Jika mereka masuk Islam, berarti mereka telah mendapat petunjuk, tetapi jika mereka berpaling, maka kewajibanmu hanyalah menyampaikan. Dan Allah Maha Melihat hamba-hamba-Nya”.

Berdasarkan ayat tersebut, sebagai kaum muslimin kita mempunyai kewajiban untuk menyampaikan perintah Allah SWT. Terlepas darai mendapat rahmat atau tidaknya orang tersebut, itu adalah tanggung jawab diri masing-masing kepada Allah SWT. Semua dikembalikan kepada ayat Allah SWT “La’allakum Tattaquun (Agar kamu bertakwa)”. Bagaimanakah definisi bertakwa itu? Allah SWT menjelaskan dalam surat Ali Imran ayat 132-134: “Dan taatilah Allah dan Rasul, supaya kamu diberi rahmat. Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan”.

Ayat tersebut  menjelaskan bahwa orang yang bertakwa akan segera mencari ampunan, berinfak baik diwaktu lapang dan sempit, menahan amarah serta memaafkan kesalahan orang lain. Menahan amarah merupakan bagian yang sangat berat untuk dilakukan ketika bulan ramadhan, apalagi ketika kita mendapatkan masalah. Karena sebagai manusia, kita cenderung melampiaskan amarah tersebut. Diakhir kultumnya beliau mengharapkan dengan memahami ayat-ayat tersebut, semoga kita bisa bersama-sama mengamalkan dan menjadi orang yang bertakwa. (SS)

Tags: No tags

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *