ir1

MAKANAN HALAL DAN THAYYIB DI BULAN YANG PENUH BERKAH

HUMAS-FSTUIN (12/04/2022) — Rutinitas bulan suci ramadhan di lingkungan Fakultas Sains dan Teknologi tetap berjalan dengan baik. Pada puasa ke-9 (Senin, 11 April 2022), kegiatan tadarus pagi dihadiri oleh Wakil Dekan II Dr. Delima Engga Maretha, M. Kes., AIFO., Wakil Dekan III Dr. Muhammad Isnaini, M.Pd., Dosen dan tenaga pendidik serta staf Fakultas Sains dan Teknologi.

Rangkaian rutinitas Ramadhan berlanjut dengan sholat dzuhur berjamaah yang dipimpin oleh Bapak Zulhamdi Hasbi Tanjung, S.E., M.M. dan kultum yang dipimpin oleh Wakil Dekan I Fakultas Sains dan Teknologi Dr. Irham Falahudin, M.Si. Beliau memberikan kultum dengan tema “Makanan Halal dan Toyyib”. Dr. Irham Falahudin, M.Si. mengawali kultumnya dengan membacakan Surat Al Baqarah ayat 168 berbunyi “ Ya ayyuhannasu kulu mimma fil-ardhi halalan thayyiban wa la tattabi’u khuthuwati as-syaithani innahu lakum  aduwun mubin”. Yang artinya “Wahai sekalian manusia. Makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah  setan, karena sesungguhnya setan itu adalah musuh nyata bagimu”. Berdasarkan ayat tersebut Allah SWT menyerukan kepada umat manusia untuk mengkonsumsi makanan yang halal dan baik.

Dr. Irham Falahudin, M.Si. menjelaskan konsep pertama dari syariah halal dan thayyib. Pengertian halal itu dari syar’i yang bebas dari unsur babi dan terhindar dari najis besar. Oleh karena itu, umat yang berpuasa harus memilih makanan yang halal dan thayyib. Karena berpuasa itu berat, maka orang-orang beriman yang diserukan untuk berpuasa harus mengkonsumsi makanan yang seimbang. Makanan seimbang itulah makanan yang halal dan thayyib, halal dari sudut pandang syar’i dan thayyib dari sudut pandang kesehatan. Berpuasa yang kita niatkan karena Allah SWT dengan pola makan serta mengkonsumsi makanan yang halal dan thayyib, insyaAllah puasa kita akan berjalan dengan lancar.

Diakhir kultumnya, Dr. Irham Falahudin, M.Si. berpesan untuk mengendalikan pola makan kita selama berpuasa dan jangan menuruti hawa nafsu. Jangan melahap semua makanan yang tersedia ketika berbuka puasa dan kemudian melupakan sholat. Perilaku seperti itulah yang menggambarkan perilaku syaitan. Niatkan puasa kita ikhlas karena Allah SWT untuk mencapai titik muttaqin. Makanlah makanan yang halal lagi baik. Halal secara zat, halal secara komposisi dan baik secara proses. Semoga apa yang kita makan menjadi aliran darah daging dan menjadikan kita orang yang beriman. (SS)

Tags: No tags

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *