WhatsApp Image 2021-07-25 at 21.17.38

SEPENGGAL CATATAT DARI NATIONAL SUSTAINABILITY UNIVERSITY LEADER MEETING UNTUK MENUJU KAMPUS InSANI DI UIN RADEN DATAH PALEMBANG UII JOGJAKARTA

Pada masa pandemi ini, banyak kegiatan yang dimodifikasi dan diinovasi dalam mewujudkan kampus berkelanjutan. Begitu juga dengan kegiatan dan agenda UI Green Metric. UI GreenMetric, merupakan suatu sistem Pemeringkatan sukarela yang diinisiasi oleh Universitas Indonesia pada 2010 yang lalu. Sistem ini menilai kampus-kampus di seluruh dunia yang telah melakukan upaya penurunan emisi karbon untuk mencegah dampak perubahan iklim dan akhirnya mendapatkan predikat “kampus hijau dan berkelanjutan”. Untuk mewujudkan hal tersebut telah dilakukan beberapa kegiatan series UI Green Metric baik dalam skala nasional maupun internasional. Salah satu pertemuan yang digagas adalah National Sustainabilty University Leader Meeting pada tahun 2021 yang telah berlangsung selama dua hari (21-22 Juli 2021) di Universitas Islam Indonesia Jogjakarta sebagai tuan rumahnya. Agenda tahunan ini mengundang para rektor/pimpinan perguruan tinggi untuk merumuskan dan berbagi pengalaman dalam pengelolaan kampus hijau di tempatnya masing-masing. Para pimpinan perguruan tinggi berbagi pengalaman bagaimana perhatian para pemimpin universitas atau akademisi tentang lingkungan hidup, mulai dari soal perubahan iklim, hemat air dan energi, pengolahan sampah, dan transportasi ramah lingkungan.

Oleh karena itu, pada pertemuan kali ini banyak pakar dari beberapa perguruan tinggi yang berbicara tentang pengelolaan kampus hijau berkelanjutan. Narasumber pertama dari UI Green Metric (Junaidi, MA) menjelaskan indikator penilaian pada UI Green Metric tahun 2021 dimasa pandemi dengan indikator tambahan. Pada tahun ini banyak penambahan indikator penilaian yang menyesuaikan pada masa pendemi Covid 19 ini. Selanjutnya Drs. Suwarsono, MA (UII Jogjkarta) mengantarkan diskusi dengan tema kepemimpinan alami dalam kapitalis relijius (membangun keseimbangan dinamis berkelanjutan) bahwa pemimpin dapat memilih model kepemimpinan yang kalah penting makro adalah pilihan kapitalisme yang dianut oleh negara dimana organisasi tersebut berada oleh organisasinya sendiri. Mustahil dalam dalam kapitalisme politik dijumpai kepemimpinan alami alami. Kedua dia menyampaikan kepemimpinan terbuka adalah kepemimpinan ekstraktif (ekspolitatif). Dari sini kegagalan organisasi, negara, atau peradaban dapat bermula. Dalam konteks sini ini kepemimpinan dilihat sebagai aktor sejarah yang tetap memiliki independensi dalam melakukan pilihan -pilihan jalan , tetapi juga disadari bahwa berbagai pilihan yang dibuat itu tidak sepenuhnya sepenuhnya bebas, melainkan terkendala, bahkan terbatasi oleh  struktur yakni model kapitalisme yang dipilih.

 

Berdasarkan uraian pertama, Narasumber kedua Dr. Aceng Hidayat, MT (sekretaris IPB) menyampaikan tentang Sustainable University: Elemen Penting, Mindset, Leadership. Bahwa Transformasi Universitas konvensional menjadi universitas berkelanjutan memerlukan pimpinan dengan growth mindset. Sustainable University Leader harus memiliki growth mindset. Oleh karena itu jika indikator visi sebaga iindikatornya, belum ada universitas di Indonesia yang dapat dikategorikan sebagai Sustainable University. Dengan pertemuan ini akan dapat mengubah mindset pimpinan Perguruan Tinggi tentang keyakinan (belieft), nilai, makna, atau informasi yang tersimpan dalam fikiran bawah sadarnya berupa data mengenai pentingnya membangun kampus yang berkelanjutan. Selanjutnya Dr. Ahmad Rusdiansyah, M.Eng (WR III ITS) menekankan perlunya kolaborasi kampus hijau berkelanjutan disetiap perguruan tinggi. Dengan adanya kolaborasi ini akan mempercepat proses menuju kampus hijau berkelanjutan di beberapa perguruan tinggi. Sehingga kegiatan perankingan UI Green Metric tidak menjadi ajang kompetisi saja tetapi juga membangun sinergi secara bersama untuk membangun kampus hijau berkelanjutan di Indonesia.

UIN Raden Fatah Palembang, juga ikut berpartisipasi pada forum ini. Kegiatan National Sustainability University Leader Meeting Tahun 2021 di UII Jogjakarta ini, diwakili oleh Dr. Irham Falahudin, M.Si (Wakil Dekan 1 FST/Ketua Green Campus). Posisi saat ini UIN Raden Fatah Palembang masuk dalam peringkat 4 kampus hijau di PTKI, 50 besar secara nasional kampus hijau dalam ranking UI Green Metric dan 350 ranking di dunia. Pada tahun 2021 ini UIN Raden Fatah Palembang akan kembali ikut berpartisipasi pada UI Green Metric semoga hasilnya ada perubahan peringkat kearah yang lebih baik. Oleh karena itu dalam meeting ini banyak perubahan dan diskusi yang menarik untuk masing-masing kampus meningkatkan keinginannnya untuk menjadi kampus hijau berkelanjutan di Indonesia. Dialog praktis yang disampaikan pada hari kedua diskusi, dari beberapa pembahasan materi dan nilai pentingnya membangun kampus hijau tersebut ada beberapa catatan yang disampaikan. Sepenggal catatan dari leader meeting ini adalah perlu membangun komitmen yang kuat dari pimpinan UIN Raden Fatah Palembang dalam membangun kampus hijau berkelanjutan. Setidaknya ada beberapa komitmen yang bisa dibangun oleh pimpinan dalam membangun kampus hijau berkelanjutan di UIN Raden Fatah Palembang.  Komitmen tersebut antara lain: 1) adanya sinergis antara pimpinan rektorat dan dekanat serta prodi untuk mendukung program kampus hijau berkelanjutan ini. 2) Perlu dibantuk suatu pusat atau lembaga khusus yang menjadi penggerak untuk menjadikan kampus hijau. 3) Perlu penataan dan pengembangan kampus sesuai dengan manajemen sustainable building system, dengan maket dan master plan yang jelas. 4) Didukung oleh pendanaan yang cukup untuk membangun sinergitas tersebut. 5) Nilai yang tidak kalah pentingnya adalah edukasi mengubah mindset seluruh sivitas akademika UIN Raden Fatah Palembang tentang pentingnya membangun nilai-nilai kampus hijau berkelanjutan agar bisa menuju dan menjadi kampus InSani yang mendunia. (if,2021).

Tags: No tags

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *