HUMAS–FST- Pentingnya laboratorium pada Fakultas Sains dan Teknologi di setiap PTK di Kementerian Agama menjadi hal yang wajib dipenuhi sebagai layanan akademik kepada masyarakat. Selain sebagai praktikum mahasiswa, juga dapat dilakukan riset dan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk produk sains yang dapat dipublikasikan kepada masyarakat. Oleh karena itu, setiap laboratorium harus mampu dioptimalkan dan dimodernkan dengan terstandar Internasional. Program revitalisasi ini telah dimulai sejak 2007, sedangkan FST UIN Raden Fatah Palembang mulai ikut program ini sejak 2017 sampai saat ini. Oleh karena itu perlu dilakukan monitoring evaluasi untuk selalu direview keberadaanya dalam rangka upgrading alat dan SDM.
Kegiatan workshop ini diselenggarakan oleh UIN Maliki Malang di Safari Resort, Pasuruan Jawa Timur. Peserta kegiatan ini adalah unsur Dekan dan Wakil Dekan FST se-Indonesia, Alumni/User, Kemenag RI, kaprodi FST di UIN Malang dan Mitra FST. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Kamis s.d. Sabtu (10-12/06/2021) di BAOBAB Safari Resort, Prigen, Pasuruan. Kegiatan ini dibuka oleh Direktur Diktis Kemenag RI (Prof. Suyitno) dalam arahannya direktur menyampaikan regulasi program unggulan diktis. Dalam hal revitalisasi laboratorium beliau menyampaikan bahwa sarana laboratorium menjadi penting untuk memberikan layanan akademik kepada mahasiswa untuk meningkatkan riset mahasiswa untuk menghasilkan produk yang bisa dipublikasi ke masyarakat. FST di UIN ini adalah untuk menggabungkan paradigma keilmuan dunia dan keilmuan akhirat (agama). Perlu kesamaan frekuensi itu menjadi penting untuk membangun mimpi bersama FST mengenai revitalisasi laboratorium yang memiliki standar akreditasi nasional dan internasional. Hadir juga Rektor UIN Maliki Malang menyampaikan prestasi laboratorium UIN Malang dalam menghasilkan produk unggulan yang selayaknya untuk dipublikasikan oleh Kementerian. Selanjutnya Prof Haris juga menyampaikan bahwa laboratorium perlu penganggaran serius untuk menghasilkan karya ilmiah atau produk laboratorium yang baik. Selanjutnya laboratorium FST ini menggabungkan nilai ilmiah sains dengan nilai-nilai agama seperti ilmuwan muslim masa lampau seperti Avicena (Ibnu Sina). Ketua Forum FST sekaligus Dekan FST UIN Maliki Malang menyampaikan bahwa program revitalisasi laboratorium sebaiknya dikembalikan kepada khittahnya, sehingga FST yang baru bisa dibuatkan rumah baru untuk menyiasati keberadaan laboratorium di Fakultas masing-masing, sehingga terjadi percepatan layanan akademik mahasiswa dan dosen dalam pelaksanaan tridarma perguruan tinggi.



Dalam kegiatan Workhsop Revitalisasi Laboratorium tahun 2021 di Taman Safari Resort, Prigen Pasuruan, utusan Fakultas Sains dan Teknologi UIN Raden Fatah Palembang diikuti oleh Dekan (Dr. Munir, M.Ag), Wakil Dekan I (Dr. Irham Falahudin, M.Si) dan Wakil Dekan II (Dr. Delima Engga Mareta , M.Kes) sesuai dengan surat tugas rektor nomor B-000268/Un.09/3.4/KP.01/6/2021 tertanggal 8 Juni 2021 untuk mengikuti kegiatan tersebut. Review revitalisasi ini juga menghadiri narasumber bagian perencanaan Kemenag RI. Bapak Ridwan menyampaikan perlu dibuat policy brief dalam penyusunan revitalisasi ke depan, sehingga perlu kebijakan dan rekomendasi.
Hari kedua dimulai dengan melanjutkan usulan revitalisasi untuk dijadikan naskah akademik untuk diajukan ke bagian perencanaan kementerian agama. Selanjutnya Pengarahan dari Dirjend Pendis (Prof. Dr. M. Ali Ramdhani, M.T) mengatakan perlu penguatan pentingnya laboratorium yang suistainable, sehingga mampu bertahan lama. Dengan adanya laboratorium FST menjadikan banyak publikasi internasional dan paten yang dihasilkan oleh PTKIN dengan kolaborasi riset sainsnya. Kemudian Prof. Dr. Kuwat Triyana (inventor GeNose dari UGM) menyampaikan perlu membangun integrasi sistem informasi laboratorium, sehingga bisa di manage dengan baik. Narasumber terakhir dari LIPI (Dr. Rifki Sadikin) menyampaikan layanan beberapa laboratorium yang bisa memberikan layanan riset bagi mahaiswa dan dosen seluruh Indonesia dengan menggunakan aplikasi elsa. Beliau juga LIPI juga melayani magang riset dengan sistem vaucher P-X Point di sistem Elsa, sehingga bisa menjadi bagian kegiatan Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka (MBKM). Hasil workshop ini diharapkan menjadi bahan acuan dan rekomendasi bagian perencanaan kementerian Agama RI dalam menyusun revitalisasi laboratorium pada tahun mendatang. (Irham/WDI)