Kaprodi Biologi FST Mengikuti Pelatihan Uji Deteksi Kandungan Babi Pada Sediaan Obat
Wednesday,15 April 2019 , Berita Fakultas
Kaprodi Biologi FST Mengikuti Pelatihan Uji Deteksi Kandungan Babi Pada Sediaan Obat

FST—  Pelatihan uji deteksi kandungan Babi dan turunannya pada sediaan obat dan kosmetik, Pelatihan ini dilaksanakan di PT Enigma Saintia Solusindo, Tangerang, Banten. Pelatihan dilaksanakan selama 2 hari (15 – 16 April) yang diikuti oleh 15 institusi di Indonesia, yang terdiri dari beberapa universitas, beberapa laboratorium uji dan beberapa instansi penelitian lainnya.

Pada hari pertama pelatihan dilakukan Ekstraksi sample sediaan obat dengan menggunakan Magmax Multi Sample Kit, sedangkan pada hari kedua pelatihan dilakukan Halal Detection Using QuantStudio 5 Real Time Polymerase chain reaction (PCR), dan dilakukan overview metode Validasi Halal dengan qPCR.

Ada 2 tahap yang perlu dilakukan untuk melakukan pengecekan Kandungan Babi pada sediaan obat dan kosmetik, yaitu; 1. Ekstraksi  Deoxyribo Nucleic Acid (DNA); Tujuannya adalah untuk memperoleh DNA Murni dari produk. Prinsip dasar: DNA yang murni diperoleh dari proses homogenisasi produk, pemecahan dinding sel dan pencucian DNA dari pengotornya. 2. Deteksi dengan menggunakan Real-Time PCR. Tujuannya adalah untuk mengetahui ada tidaknya DNA Babi. Prinsip dasar: DNA diperbanyak dengan enzim polymerase dan primer spesifik babi dengan menggunakan mesin Real-time DNA.

Dari 2 sample sediaan obat yang telah diuji selama 2 hari pelatihan tersebut, diketahui bahwa keduanya mengandung DNA Babi, sehingga kita dapat memberikan saran bahwa kedua sample sediaan obat tersebut tidak memenuhi kriteria halal. Dari kemampuan melakukan uji deteksi kandungan babi pada sediaan obat, kita dapat mengembangkan kemampuan ini untuk melakukan uji deteksi halal pada produk lainnya.

 

*Arpira



 

Dr. Munir, M.Ag

 

Dr. Irham Falahudin, M.Si

 

Dr. Delima Engga Maretha, M.Kes, AIFO

-

Dr. Muhammad Isnaini, S.Ag., M.Pd.

Facebook Resmi
Link Internal