World Cleanup Day, Gerakan Bersih-Bersih Sampah Se-Sumatera Selatan
Tuesday,18 September 2018 , Berita Fakultas
World Cleanup Day, Gerakan Bersih-Bersih Sampah Se-Sumatera Selatan

Sumsel-FST | komunitas yang bergerak pada bidang peduli sampah mengadakan World Cleanup Day yakni kegiatan bersih-bersih sampah yang dilakukan secara serentak se- Sumatera Selatan (Sumsel), kegiatan ini berkolaborasi dengan lebih dari 50 komunitas atau organisasi dari berbagai latar, Sabtu, (15/09/2018). Lokasi pembersihan sampah pada kegiatan ini dilakukan di beberapa tempat dalam kota Palembang (BKB, KI, Sekitar Ampera, dll) dan Kabupaten Kota seperti OI Indralaya, OKI, Pali, Lahat dan Lubuk Linggau.

 

Kegiatan World Cleanup Day ini memiliki  slogan “1 JUTA KITO PACAK”. Turut hadir di kegiatan ini Risya Monica Syarnoeby seorang Miss Earth Indonesia tahun 2018 dan beberapa perwakilan dari bujang gadis Palembang. Ketua dari kegiatan ini Fetri Dwi Amlika, sebagai ketua pelaksana kegiatan Fetri merasa optimis dengan dampak yang akan dihasilkan dari kegiatan ini kedepannya. “gerakan bersih-bersih sampah se- Sumsel ini bertujuan untuk mengajak masyarakat sekitar untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan di sekitar mereka”. Jelasnya

 

Dalam kegiatan World Cleanup Day ini, tidak hanya mengadakan bersih-bersih semata, tetapi ada juga penjelasan mengenai beberapa materi dan sosialisasi dari 3 pembicara, pertama dari Amen Korte berasal dari bidang Satker Penyehatan Pemukiman Berbasis Masyarakat (PLPBM), Sartono dari bidang satker Pengembangan Sistem Penyehatan Lingkungan Pemukiman (PSPLP), dan Anton dari komunitas I Go Green. Sosialisasi tersebut di adakan guna menambah kesadaran bagi individu yang masih acuh terhadap sampah serta memilah sampah secara bijak dan benar.

 

Dwi Eki Rianti Mahasiswi Biologi dari Universitas Islam Negeri Raden Fatah (UIN RF) merasa senang dengan kegiatan positif seperti ini. “Kegiatan yang di lakukan ini sangat bermanfaat, kerena yang saya ketahui Indonesia berada di peringkat kedua dalam kategori penghasil sampah terbanyak di dunia. Oleh karena itu, kesadaran dari setiap masyarakat di setiap kota sangatlah penting, dan dengan kegiatan seperti ini, paling tidak bisa membuat masyarakat sadar akan lingkungan tempat tinggal mereka.” Ujarnya

 

Dengan hadirnya kegiatan seperti ini, harapannya kedepan akan ada lagi kegiatan-kegiatan positif dalam melestarikan lingkungan agar tetap bersih dan di dukung oleh banyak orang. Karena dengan kegiatan seperti ini, kita bisa menjalani hidup sehat dengan likungan yang bersih dari sampah.

 

*Deri Jingga, Raenal Fikri



 

Dr. Munir, M.Ag

 

Dr. Irham Falahudin, M.Si

 

Dr. Delima Engga Maretha, M.Kes, AIFO

-

Dr. Muhammad Isnaini, S.Ag., M.Pd.

Facebook Resmi
Link Internal