ASAP CAIR: INOVASI PENGAWET MAKANAN ALAMI DOSEN FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI

HUMAS-FST– Seorang dosen memiliki kewajiban untuk melakukan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang terdiri dari Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian dan Pengembangan, serta Pengabdian Kepada Masyarakat. Kewajiban ini tentu saja bukan hanya sekedar formalitas sebagai penggugur kewajiban semata, tetapi juga harus memilik nilai kebermanfaatan agar Tri Dharma yang dilakukan dapat menjadi nilai yang positif bagi perkembangan masyarakat, bangsa, dan negara.

Salah satu dosen program studi Kimia Fakultas Sains dan Teknologi UIN Raden Fatah Palembang, Maryamah, M.T., melihat adanya peluang dalam berinovasi dengan melihat banyaknya limbah biomassa di lingkungan sekitar yang belum termanfaatkan dengan baik serta maraknya penggunaan pengawet makanan yang mengandung bahan-bahan kimia berbahaya seperti formalin dan boraks. Bersama dengan tim penelitiannya yang terdiri dari dosen dan mahasiswa, beliau mencoba untuk membuat pengawet makanan yang aman dikonsumsi dan dengan memanfaatkan limbah biomassa yang berlimpah.

Dalam podcast One Day One Innovation yang diselenggarakan oleh Balitbangda Provinsi Sumatera Selatan (14/09/2021), Maryamah menjelaskan proses pembuatannya yaitu dilakukan preparasi sampel terlebih dahulu, selanjutnya dilakukan pirolisis, lalu akan dihasilkan asap cair grade 3, selanjutnya asap cair grade 3 diproses kembali sampai menghasilkan asap cair grade 1. Asap cair inilah yang dapat digunakan sebagai pengawet alami makanan yang aman dikonsumsi oleh masyarakat. Lebih lanjut, Maryamah menyampaikan bahwa asap cair ini dapat diaplikasikan pada makanan pempek yang merupakan icon khas kota Palembang. Selain dapat membuat lebih tahan lama, asap cair ini juga mampu mengurangi aroma ikan pada pempek, sehingga aroma ikannya tidak terlalu menyengat. (BnR)

Tags: No tags

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *