Screenshot_20200831_230337-660x330

Kegiatan Webinar mahasiswa Program Studi (Prodi) Kimia

Pengaruh pandemi Covid-19 berdampak begitu besar, baik bagi perekonomian dengan angka pengangguran melalui maraknya para pekerja yang di PHK hingga kini membuat angka tersebut nampak semakin meningkat. Bahkan, bencana Pandemi Covid-19 terlihat juga merambah hingga ke dunia pendidikan, seperti dirumahkannya para siswa dan mahasiswa agar tetap belajar secara online (Daring)

Namun, hal tersebut nampaknya tidak menghalangi dan menurunkan semangat Mahasiswa/i Program Studi (Prodi) Kimia, Fakultas Sains dan Teknologi UIN Raden Fatah Palembang untuk terus berkreativitas menghasilkan sebuah karya, seperti kegiatan Webinar Kimia yang bertemakan “Kreativitas Mahasiswa pada Masa Pandemi (Kuliah Kerja Lapangan)”. Diketahui, seminar tersebut merupakan hasil dari penelitian dan kreativitas mahasiswa/i kimia selama Kuliah Kerja Lapangan di desa masing-masing. Adapun mahasiswa/i yang berkesempatan untuk menyampaikan hasil penelitian tersebut, yaitu pemateri pertama, Raden Fatahillah, Arriya Winda, dan Millen Nur Islami.

Sementara untuk pemateri kedua, yaitu Febriyani Alhidayah dan Monek Herdianto serta pemateri terakhir, Risma Dewi Saputri. Selaku pemateri pertama, Raden Fatahillah, menyampaikan tentang dampak Covid-19 terhadap produksi tahu, dengan dampak produksi tahu sangat signifikan, mulai dari harga bahan baku (kedelai) yang melonjak naik dari harga awal.

“Karena bahan baku kacang kedelai ini yang di kirim dari kota lain seperti pulau jawa dan sulit masuk ke kota Palembang di karena kan adanya sistem lockdown di beberapa daerah,” kata Raden. “Kacang kedelai dengan harga awal Rp. 6.700 – Rp. 6.800 melonjak naik menjadi Rp.8.000. Konsumen tahu pun berkurang karena banyaknya pembeli yang lebih memilih belanja makanan melalui media online yang mana untuk penghasilan awal Rp.400.000/ hari kini turun menjadi 30-50%,” tambahnya.

Sementara, Monek Herdianto menyampaikan bahwa limbah dari pembuatan tahu yang dialirkan ke sungai ternyata tidak berbahaya bagi masyarakat. “Disini saya menggunakan tehnik BOD (Biochemical Oxigen Demand). Dimana berdasarkan hasil kadar BOD yang diperoleh, sampel industri pembuatan tahu tersebut tidak melewati batas ketetapan sesuai dengan baku mutu Peraturan Gubernur (Pergub) Sumatera Selatan No 8 tahun 2012 tentang baku mutu limbah cair bagian kegiatan industri yaitu industri pembuatan tahu, dimana kadar maksimumnya adalah 75 mg/L,” ungkap Monek.

Ia menjelaskan, bahwa limbah tahu yang berbentuk cair maupun padat tidak berbahaya bagi masyarakat karena limbah tersebut merupakan limbah baik yang mengandung senyawa organik seperti karbohidrat, protein dan lain sebagainya.

“Jika di alirkan di sungai tidak akan membuat ikan-ikan di sungai tersebut mati. Hasil analisis menunjukan jika air sungai musi dekat tempat pembuangan Limbah tahu di desa karang anyar melebihi batas maksimal yaitu sebesar 10 mg/L. Tetapi air sungai masih bisa digunakan untuk fungsi lain seperti: sarana dan prasarana rekreasi air, pembudidayaan ikan air tawar, peternakan, air untuk mengairi tanaman,” paparnya.

Diketahui, kegiatan Webinar tersebut dilaksanakan pada Tanggal 31 Agustus 2020 pada pukul 10.00 WIB melalui aplikasi Zoom dan streaming youtube melalui link https://youtu.be/7mrfR1ATXJI yang di hadiri oleh para peserta millenial dari berbagai universitas di Indonesia. (Ril/Bet)

*sumber : https://www.detiksumsel.com/tunjukan-kreatifitas-mahasiswa-uin-rf-gelar-kegiatan-webinar-kimia/

Zoom

WEBINAR KIMIA RADEN FATAH SERIES-1

Sabtu, 29 Agustus 2020 Prodi Kimia Fakultas Saintek dan Teknologi UIN Raden Fatah Palembang mengadakan Webinar Seires 1 dengan tema “covid-19 dalam perspektif kimia dan kesehatan”. Tema ini diangkat mengingat bahwa Covid-19 merupakan suatu penyakit yang sedang melanda dunia saat ini. Penyakit ini disebabkan oleh virus SARS-COV2. SARS-COV2 merupakan virus yang memiliki materi genetic sehingga memiliki kemungkinan untuk bermutasi dengan cepat. Begitu banyak korban yang meninggal dunia disebabkan penyakit ini. Melihat begitu banyaknya korban jiwa dan semakin maraknya berita terkait COVID-19 sehingga Prodi Kimia merasa penting untuk mengangkat tema ini dalam webinar kali ini.

Kegiatan ini dilaksankan menggunakan zoom dan live youtube melalui link http://www.youtube.com/watch?v=umvi-wKxXYA yang dihadari ratusan peserta dengan berbagai profesi di berbagai instansi di seluruh Indonesia. Kegiatan ini menghadirkan tiga pembicara yaitu Elfira Rose Pane, M.Si (Mahasiswi Doktoral ITB, Dosen Kima UIN Raden Fatah Palembang), Ananda, M.Si (Cell Culture Division-R&D PT. Vaksin Satwa Nusantara) dan Dwi Fitri Yani, S.Pd., M.Si (Dosen Kimia UIN Raden Fatah Palembang). Kegiatan webinar ini dibuka langsung oleh Dr. Munir, M.Ag selaku Dekan Fakultas Sains dan Teknologi.

Pembicara pertama, Elfira menuturkan bahwa identifikasi COVID-19 ini dapat dilakukan dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) dan rapid test. PCR berfungsi utk memperbanyak jumlah DNA yang sesuai dengan yang diinginkan, misal sampel kita hanya memiliki 10 DNA lalu diperbanyak menjadi 1000. Hasil dari PCR akan diinterprestasikan apakah positif terhadap virus corona. Selain itu, ada juga rapid test yang memiliki kaset “shallow well” yang dapat menampung 10-16µL darah. Rapid test ini akan mengahsilkan perubahan warna yang sama dengan warna pada control jika positif virus corona.

Selanjutnya, Ananda selaku pembicara kedua mengungkapkan bahwa telah banyak peneliti yang telah melakukan tahap penemuan vaksin untuk COVID-19. Dan COVID-19 ini sangat rentan terhapap orang dalam rentang usia 70-80 tahun. Namun, tidak menutup kemunginan usia muda tidak dapat terjangkit oleh COVID-19 namun karena memiliki imunitas yang tinggi sehingga tidak menampakkan tanda-tanda telah terjangkit. Namun, harus tetap hati-hati karena dapat menularkan kepada orang yang lebih tua, maka sebaiknya tetap beraktivitas dari rumah dan jaga kesehatan.

Selain itu, sering kita mendengar kalimat bahwa setiap penyakit memiliki obatnya, hal inilah yang menjadi tantangan bagi para peneliti untuk menemukan obat anti COVID-19. “Dan sebagai umat islam, kita memiliki sumber ilmu yang begitu luas, yaitu Al Qur’an. Allah telah memberikan petunjuk kepada kita bahwa setiap tumbuhan itu memiliki keanekaragam dan fungsi yang beragam pula. Salah satunya terdapat pada Q.S. al Insan:17 tentang tanaman jahe. Jahe memiliki banyak fungsi antara lain antimikroba, antioksidan dan antiinflamasi. Dan ada pula propolis yang dapat menghambat ikatan SARS-COV2 sehingga bisa digunakan terapi COVID-19. Serta ada bawang putih pula yang memiliki kandungan flavonoid utuk menghambat penggandaan virus,” ungkap Dwi Fitri Yani.

 Prodi kimia berharap melalui webinar ini, masyarakat dapat menambah wawasannya terkait COVID-19. Tidak perlu terlalu panik tapi tetap menjaga diri dengan mengkonsumsi makanan-makanan sehat yang dapat meningkatkan daya imun tubuh.

WhatsApp Image 2020-08-13 at 18.59.43 (1)

Recognisi Dosen Prodi Biologi Pada Bimbingan Teknis Pendampingan Desa Wisata

Wisata halal merupakan suatu keniscayaan bagi suatu daerah apabila tidak dilakukan pendampingan dan disusun perencanaan dengan konsep yang baik. Oleh karean itu kegiatan ini bisa dijadikan salah satu program unggulan dalam pengembangan kelembagaan halal Centre di UIN Raden Fatah sebagai bentuk pengabdian yang nyata di masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat Dosen prodi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi UIN Raden Fatah Palembang dilakukan dengan banyak cara, seperti  dalam recognisi keilmuan. Recognisi dosen diperlukan sebagai bentuk mengembangkan keilmuan dan penguatan kelembagaan FST secara umum dan Halal Centre secara khususnya, maka berdasarkan surat tugas dari Ketua LP2M nomor B-208/Un.09/PP.00/08/2020 tertanggal 13 Agustus 2020 sebagai narasumber dalam rangka kegiatan Bimtek pendampingan desa wisata yang bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi kreatif di Hotel Aston Palembang.

Kegiatan ini menjadi penting sehubungan dengan pengembangan kelembagaan yang difasilitasi oleh LP2M dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk menjadikan destinasi desa wisata halal di regional Sumatera, khususnya di Sumatera Selatan. Kegiatan ini diikuti oleh 25  mahasiswa KKN Tematik UIN Raden Fatah dari berbagai fakultas, Komunitas PokDarwis (Kelom[ok Sadar Wisata) Desa Sungsang, dan Karang Taruna. Banyak hal yang disampaikan bagaimana konsep pengembangan destinasi wisata halal. Hal ini diperlukan untuk mengeksplorasi lebih jauh potensi yang dimiliki desa tersebut.

Tema besar Pengembangan Potensi Produk Pariwisata Pemberdayaan Masyarakat Desa Wisata Berbasis Pendampingan. Dalam kesempatan ini materi yang disampaikan pada pendampingan ini adalah Wisata Halal : Potensi dan Pengembangannya. Penyampaian materi ini menambah pengentahuan informasi baru bagi masyarakat setempat dan pembekalan awal bagi mahasiswa yang terjun ke lapangan sebagai peserta KKN.

Akhirnya kegiatan ini ditutup dengan pemberian sertifikat kepada peserta kegiatan dan dilanjutkan dengan tindak lanjut pengarahan kepada mahasiswa sebelum terjun ke lokasi KKN nantinya. Kegiatan KKN mahasiswa ini akan berlangsung selama 45 hari kedepan dalam rangka pengembangan potensi produk pariwisata di desa Sungsang-Kabupaten Banyuasin. Semoga kegiatan ini menjadikan desa Sungsang sebagai salah satu destinasi wisata halal di Sumatera Selatan dan Indonesia pada umumnya.

*Irham Falahudin

WhatsApp Image 2020-08-18 at 14.17.04

Rapat Koordinasi Perdana Dekan Baru FST 2020-2024

Setelah dilantik menjadi Dekan FST periode 2020-2024, Dr. Munir, M.Ag. melakukan rapat korodinasi mingguan di Fakultas Sains dan Teknologi. Kegiatan rapat dilaksanakan di ruang dekanat FST yang diikuti oleh seluruh wakil dekan, ketua dan sekretaris prodi, ketua Laboratorium, Ketua dan Sekretaris GPMF, Kepala Bagian TU, para Kasub di FST.

Sebelum menyampaikan sambutan rapat Dekan menyampaikan hasil rapat pimpinan di rektorat. Ada beberapa agenda prioritas rektorat yang bisa ditindak lanjuti oleh FST. Sinergitas program rector dengan FST bisa dilaksanakan apabila kegiatan di RKA terealisasi dengan baik, seeperti mesin pengolah sampah dan lain sebagainya.

Pada rapat koordinasi perdana di FST tanggal 12 Agustus 2020, disampaikan beberapa hal yang berkaitan dengan program integrasi Islam dan Sains. Persamaan persepsi bagaimana membuat tugas akhir mahasiswa supaya mudah dan selesai tepat waktu. Selanjutnya masing-masing wakil dekan memaparkan rencana dan kendala yang dihadapi dan akan dilaksanakan kedepannya. Begitu juga dengan ketua prodi dan GPMF yang harus bisa menjadikan Fakultas SainsTek yang unggul dan berkarakter. Prioritas yang diharapkan rapat selanjutnya adalah mapping masalah dan solusinya dari masing-masing bidang dibuat dalam bentuk uraian dan table.

Akhir kegiatan rapat, Dekan berharap segera membuat dan memetakan SDM yang terbatas dan revisi RKA yang memungkinkan. Sehingga ada persiapan awal untuk proses pindah ke kampus B Jakabaring sudah bisa ditata dengan baik. Semoga kegiatan perdana ini menjadi langkah awal untuk memetakan kembali FST unggul, berkarakter Islami dan berstandar Internasional pada 2030.

*Irham Falahudin

3a16e392-fb3a-4bdb-baf4-c35d34d471ed

Penyambutan Dekan FST Baru Periode 2020-2024

Seiring dengan telah dilantiknya Rektor UIN Raden Fatah yang baru periode 2020-2024, juga terjadi perubahan pada jajaran dekanat di lingkungan UIN Raden Fatah Palembang. Sejak resmi dibukanya lelang jabatan dekan, maka pada tanggal 7 Agustus 2020, telah dilantik seluruh wakil rektor, dekan dan direktur di lingkungan UIN Raden Fatah Palembang.

Sejalan dengan proses pelantikan tersebut, terjadi perubahan kepemimpinan juga di Fakultas Sains dan Teknologi. Tanpa terasa kepemimpinan dekan FST periode 2016-2020 (Dr. Dian Erlina, S.Pd. M.Hum) telah berakhir juga seiring dilantiknya dekan baru FST periode 2020-2024 (Dr. Munir, M.Ag). Inisiasi yang dilakukan oleh Ibu Dian Erlina untuk melakukan kegiatan serah terima jabatan dekan merupakan langkah tepat yang dirasakan. Banyak kegiatan koordinasi dan administrasi nantinya yang langsung bisa diambil alih langsung oleh dekan baru nantinya.

Kegiatan acara serah terima jabatan dekan FST dilakukan pada hari sabtu, 8 Agustus 2020 bertempat di aula Lt 5 FST. Dalam acara penyambutan dekan baru tersebut Ibu Dian Erlina menyampaikan kata sambutannya bahwa kegiatan ini bukan pisah sambut karena kalau ada kata pisah sambut itu, ada yang datang dan ada yang pergi. Saya tidak mau pisah sambut, karena saya tidak mau pergi karena saya merasa bagian dari keluarga FST, sebaiknya kita tetap menambah anggota keluarga. Jadi kegiatan ini lebih baik dinamakan penyambutan selamat datang Dekan baru periode 2020-2024.  Dalam acara penyambutan Dekan FST yang baru ini, Ibu Dian Erlina sebagai dekan periode 2016-2020 menyerahkan buku yang berjudul “ mengawal FST di usia Balita” . Buku ini merupakan sebagai bahan laporan evaluasi kemajuan FST dan harapan kedepannya. Buku ini menjadi bahan pijakan oleh Dekan baru untuk melihat kegiatan apa yang perlu diperkuat dan dikembangkan sebagai program unggulan. Sebagai penutupnya dekan menyampaikan pesan dan kesannya sebagai berikut: ”no matter what workplace you work in, individual commitment and persistency along with harmonius teamwork is the recipe to work well toward common vision and goals. Thank to Allah SWT , for surrounding me with so nice and reliable people. Thanks my dear FST family for our strong teamwork. Having you on my side, makes this hard and callenging task more manageable”

Dalam kesempatan ini juga Dekan FST periode 2020-2024 menyampaikan kepada integrasi sains dan Islam dalam menuju peradaban Islam modern dengan telaah kajian kitab yang ditransfer dalam bentuk pembuktian riset oleh dosen dan mahasiswa. Kedepan diharapkan ada output tugas akhir mahasiswa yang lebih sederhana seperti dalam bentuk jurnal ilmiah atau bentuk lainnya. Penguatan nilai-nilai keislaman menjadi penting untuk mensinergikan dengan sains dan teknologi. Sehingga ada karakter keislaman yang kuat yang membedakan dengan alumni pada perguruan tinggi umumnya.

Akhirnya kegiatan di tutup dengan pemberian cindera hati tanda cinta keluarga FST kepada bu Dian Erlina (Dekan FSt 2016-2020), kemudian dilanjutkan dengan syukuran penyambutan Dekan baru FST dengan makan bersama keluarga besar FST di ruang dekanat. Terima kasih ibu Dian  Erlina  atas pengabdian dan kebersamaan selama empat tahun di FST semoga menjadi ladang amal jariyahnya dan dibalas oleh Allah SWT. Selamat bertugas kepada Dekan baru FST periode 2020-2024 semoga Fakultas Saintek UIN Raden Fatah menjadi penciri ilmu sains berbasis kajian keislaman di wilayah Sumatera khususnya dan Indonesia pada umumnya. Semoga SainsTek Unggul dan Berkarakter Islami dapat terwujud (2020).

*Irham Falahudin